Pojok NTB – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, menegaskan pentingnya dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM dan kontraktor lokal sebagai langkah memperkuat sektor pembangunan dan ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Maruarar Sirait saat berada di Lombok Barat, Selasa (19/5/2026). Dalam keterangannya, ia menyebut pemerintah bersama sejumlah pihak terus menghadirkan berbagai program pembiayaan yang lebih ringan dan mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, salah satu terobosan yang kini mulai dijalankan adalah pemberian akses pinjaman bagi pelaku UMKM yang memiliki usaha di bidang konstruksi maupun produk-produk pendukung pembangunan. Melalui program tersebut, pelaku usaha bahkan dapat memperoleh pembiayaan hingga Rp20 miliar dengan bunga yang lebih rendah karena mendapat subsidi sebesar 5 persen dari pemerintah.
“Para UMKM yang memiliki kontraktor maupun produk-produk pembangunan bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp20 miliar. Bunganya juga disubsidi 5 persen sehingga biaya pinjamannya menjadi jauh lebih ringan,” ujar Maruarar.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan mikro bagi pelaku usaha kecil dengan nilai pinjaman di bawah Rp100 juta. Dalam skema tersebut, masyarakat disebut tidak perlu memberikan jaminan untuk memperoleh akses modal usaha.
“Untuk UMKM dengan pinjaman di bawah Rp100 juta tidak perlu memakai jaminan. Bunganya juga sangat rendah, hanya sekitar 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahun,” katanya.
Maruarar menilai kebijakan tersebut menjadi salah satu terobosan besar pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah. Ia berharap kemudahan akses pembiayaan itu dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan membuka lebih banyak lapangan kerja.












