Utang RSUD NTB Diklaim Hampir Lunas, Pemprov Perketat Tata Kelola Keuangan

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan proses pelunasan utang rumah sakit daerah berjalan positif dan diklaim hampir seluruhnya selesai. Kepala BKAD NTB, Nursalim, mengatakan keberhasilan tersebut didukung penghematan belanja serta peningkatan pendapatan daerah.

“Insyaallah sudah lunas. Pendapatan diupayakan naik, sementara belanja yang tidak mendesak direm,” ujarnya.

Menurut Nursalim, langkah penghematan dilakukan secara bertahap, termasuk membatasi sejumlah belanja operasional dan pembayaran jasa pelayanan agar disesuaikan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti menghapus hak pegawai, melainkan menyesuaikan pembayaran agar kondisi fiskal tetap aman.

“Kalau kondisi keuangan belum bagus, tentu tidak bisa mengambil maksimal. Nanti kalau kondisi membaik bisa kembali normal,” jelasnya.

Selain fokus menyelesaikan utang, Pemprov NTB juga menjadikan pengalaman tersebut sebagai evaluasi besar dalam pengelolaan keuangan daerah ke depan. Pemerintah berkomitmen memperketat disiplin mulai dari tahap perencanaan program hingga pelaksanaan kontrak kegiatan.

“Tata kelola keuangan harus lebih disiplin, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kontrak, sampai pelaporannya,” kata Nursalim.

Pemprov berharap kondisi fiskal NTB pada 2026 semakin membaik seiring peningkatan pendapatan daerah dan membaiknya transfer dana pusat ke daerah.