Aneh Tapi Nyata! Lombok Utara Kaya Potensi, Tapi Kemiskinan Masih Tinggi

Pojok NTB – Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi sorotan dalam pembahasan kemiskinan di NTB. Meski memiliki potensi besar, angka kemiskinan di daerah ini masih tergolong tinggi.

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menyebut kondisi ini sebagai “anomali” yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, tingginya angka kemiskinan di KLU disebabkan oleh titik awal yang memang sudah tinggi. Hal ini membuat penurunannya berjalan lebih lambat dibanding daerah lain.

“Start-nya tinggi, jadi mereka tertatih-tatih menurunkannya,” ujarnya.

Saat ini, angka kemiskinan NTB berada di kisaran 11,38 persen dan terus menurun. Pemerintah menargetkan bisa menembus satu digit dalam waktu dekat.

Untuk mencapai target tersebut, fokus utama diarahkan pada penanganan kemiskinan ekstrem, khususnya pada 16.876 kepala keluarga yang masuk kategori desil 1.

Pemerintah juga menetapkan 40 desa sebagai prioritas penanganan awal. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap agar intervensi lebih terarah dan efektif.

“Kita selesaikan dulu desa ini, baru pindah ke desa berikutnya,” jelas Nelly.

Ia menegaskan, penanganan kemiskinan harus menjadi prioritas utama sebelum membahas sektor lain seperti pendidikan.

“Perut dulu diselesaikan. Kalau belum kenyang, sulit bicara hal lain,” tegasnya.