Kampung Wisata Kerujuk di Lombok Utara: Menyulap Alam dan Budaya Jadi Pengalaman Tak Terlupakan

Pojok NTB – Di balik hiruk-pikuk destinasi populer seperti Gili Trawangan, terselip sebuah permata tersembunyi di Lombok Utara: Kampung Wisata Kerujuk. Terletak di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, kawasan ini menawarkan lebih dari sekadar panorama—ia menghadirkan pengalaman hidup yang menyatu dengan alam, budaya, dan kearifan lokal.

Pesona Alam yang Masih Alami

Kampung Wisata Kerujuk berada di lembah hijau yang diapit perbukitan, dengan aliran sungai jernih yang membelah kampung. Hamparan sawah, udara sejuk, serta suasana pedesaan yang asri menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin “healing” dari rutinitas kota. 

Tak hanya itu, kawasan ini juga menjadi pintu menuju hutan Pusuk Lombok Utara, menjadikannya ideal untuk aktivitas seperti trekking, river tubing, hingga camping di alam terbuka. 

Dari Desa Biasa Menjadi Destinasi Kreatif

Awalnya, Kerujuk hanyalah kawasan agrowisata berbasis program PNPM pada 2015, lalu berkembang menjadi ekowisata pada 2016 berkat kreativitas masyarakat lokal. 

Konsep yang diusung bukan sekadar wisata, melainkan wisata edukasi berbasis lingkungan dan budaya. Pengunjung bisa ikut menanam padi, menangkap ikan tradisional, hingga memasak makanan khas Sasak bersama warga. 

Inilah yang membuat Kerujuk berbeda—wisatawan tidak hanya melihat, tapi ikut merasakan kehidupan desa.

Ikon Unik dan Aktivitas Menarik

Salah satu ikon paling terkenal adalah jembatan bambu yang dibangun sejak 2017 oleh masyarakat setempat. Jembatan ini bukan hanya spot foto, tetapi simbol kebersamaan dan kekuatan komunitas. 

Selain itu, berbagai atraksi menarik juga tersedia, seperti:

  • Wisata sungai dan persawahan
  • Permainan tradisional
  • Pasar Mingguan berbasis budaya lokal
  • Kuliner khas dan kerajinan tangan
  • Homestay berbasis masyarakat  

Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan

Kampung Wisata Kerujuk menjadi contoh nyata pariwisata berbasis masyarakat. Warga terlibat langsung dalam pengelolaan, mulai dari tenaga, ide, hingga aset yang dimiliki. 

Dalam kajian akademik, pengelolaan ekowisata di Kerujuk telah memenuhi indikator pariwisata berkelanjutan dengan capaian di atas 65%, mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. 

Hal ini menunjukkan bahwa Kerujuk tidak hanya indah, tetapi juga memiliki sistem yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

  • 📍 Lokasi: Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara  
  • 🌿 Luas kawasan wisata yang dikelola: ±3 hektar dari total wilayah sekitar 90 hektar  
  • 🚗 Akses: ±1 jam dari Senggigi, ±15 menit dari Pelabuhan Bangsal  
  • 🌱 Mulai berkembang: sejak 2015 (agrowisata) → 2016 (ekowisata)  

Bangkit dan Terus Berkembang

Setelah sempat terdampak gempa 2018 dan pandemi COVID-19, Kampung Wisata Kerujuk kini kembali bangkit dengan strategi digitalisasi dan promosi berbasis media sosial untuk menarik wisatawan baru. 

Langkah ini menunjukkan bahwa desa wisata tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi di tengah perubahan zaman.

Kampung Wisata Kerujuk adalah bukti bahwa pariwisata terbaik tidak selalu tentang kemewahan, tetapi tentang keaslian. Di sini, alam, budaya, dan manusia berpadu menciptakan pengalaman yang tidak hanya dinikmati, tetapi juga dikenang.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan Lombok dari sisi yang lebih dalam—Kerujuk adalah jawabannya.