Pojok NTB – Pemerintah Provinsi NTB menempatkan program Desa Berdaya sebagai salah satu prioritas utama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa program ini memang membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar dari APBD karena menyasar persoalan mendasar di tingkat desa.
“Desa Berdaya ini terkait langsung dengan pengentasan kemiskinan. Karena itu kita memang harus mengalokasikan investasi dari APBD lebih besar ke sektor ini,” kata Iqbal di Mataram, Sabtu (7/3/2026).
Dalam program tersebut, terdapat dua pendekatan intervensi, yakni intervensi tingkat desa dan intervensi tingkat keluarga. Setiap desa akan mendapatkan alokasi maksimal Rp500 juta untuk program pembangunan desa.
Sementara itu, bantuan untuk keluarga miskin ekstrem disesuaikan dengan jumlah keluarga yang terdata di masing-masing desa. Data tersebut mengacu pada statistik resmi yang telah melalui proses verifikasi dan validasi.
Dengan pendekatan tersebut, besaran bantuan setiap desa dapat berbeda-beda, tergantung jumlah keluarga miskin ekstrem yang ada di wilayah tersebut.










