Pojok NTB – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengungkap lima faktor utama yang membuat wisatawan mancanegara memilih Indonesia sebagai destinasi liburan. Kelima faktor tersebut meliputi budaya, kuliner, event, keramahan masyarakat, serta keindahan alam.
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata RI, Dwi Marhen Yono, mengatakan hasil survei terhadap sekitar 15,3 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada keindahan alam.
“Yang pertama itu ternyata kekuatan culture kita, budaya kita. Budaya Nusantara menjadi kekuatan yang menjadi magnet dan menarik orang datang ke Indonesia,” kata Dwi Marhen Yono.
Selain budaya, wisata kuliner juga menjadi daya tarik penting. Beragam makanan khas daerah, termasuk Ayam Taliwang dari Nusa Tenggara Barat (NTB), dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkenalkan identitas lokal.
Faktor ketiga adalah penyelenggaraan berbagai event berskala nasional maupun internasional, seperti MotoGP Mandalika. Event olahraga dan hiburan dinilai mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah tujuan wisata.
Selanjutnya, keramahan masyarakat Indonesia menjadi faktor yang tidak kalah penting. Dwi mengingatkan masyarakat NTB agar terus menjaga adat ketimuran dan sikap ramah terhadap wisatawan.
Sementara itu, keindahan pantai, pegunungan, dan bentang alam lainnya menjadi faktor kelima yang memperkuat daya tarik Indonesia. NTB memiliki potensi tersebut, mulai dari kawasan pesisir hingga Gunung Rinjani yang menjadi salah satu ikon pariwisata daerah.
“Lima alasan itu saya pikir merupakan kekuatan kita yang harus terus ditingkatkan, sehingga wisatawan akan semakin betah dan kerasan di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Dwi, NTB pada dasarnya memiliki kelima unsur yang menjadi alasan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Namun, untuk mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan, diperlukan kajian dan survei yang lebih mendalam di tingkat daerah.
Ia mencontohkan Desa Adat Sade yang memiliki rumah tradisional, tarian, dan beragam atraksi budaya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Di sektor kuliner, Dwi menilai NTB juga memiliki kekuatan yang besar. Meski demikian, pengembangan kuliner daerah perlu dibarengi dengan pemeliharaan kualitas, kemasan, serta cerita di balik setiap hidangan.
Menurutnya, storytelling atau kemampuan menceritakan keunikan sebuah produk menjadi bagian penting dalam pengalaman wisata. Wisatawan tidak cukup hanya menikmati makanan, tetapi juga perlu mengenal sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang melekat pada kuliner tersebut.
“Kadang kita sudah habis makan, tidak ada ceritanya, kita tidak bisa cerita ke mana-mana. Jadi, storytelling itu penting, entah itu kuliner maupun yang lain,” jelasnya.
Dwi juga menyoroti perkembangan pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menurut pengamatannya menunjukkan pertumbuhan signifikan, termasuk dari sisi penerbangan dan jumlah wisatawan.
Ia membandingkan perkembangan Labuan Bajo dengan NTB yang sama-sama masuk dalam program pengembangan destinasi pariwisata prioritas nasional.
Dwi mencontohkan, kapasitas pelayanan penerbangan di Bandara Labuan Bajo semula direncanakan mencapai satu juta penumpang pada 2029. Namun, berdasarkan pengalamannya saat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, target tersebut disebut telah tercapai pada 2025.
Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi bahan pembelajaran bagi NTB dalam memperkuat daya saing pariwisata.
Ke depan, pengembangan pariwisata NTB perlu dilakukan melalui kajian berbasis data, peningkatan kualitas layanan, penguatan cerita budaya dan kuliner, serta penyelenggaraan event yang berkelanjutan.
Dengan mengoptimalkan kelima faktor tersebut, NTB diharapkan tidak hanya mampu menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga membuat mereka tinggal lebih lama dan mendapatkan pengalaman wisata yang berkesan.












