Temui Sahabatnya, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin Sambangi Ponpes Al Hamidiyah NW Kediri

POJOKNTB.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Sultan Bachtiar Najamudin, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamidiyah NW Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin 12 Oktober 2026.

 

Dalam kunjungan tersebut, Sultan Bachtiar menegaskan pentingnya peran pesantren dalam menjaga adab, etika, dan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

 

Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan persahabatan dengan pimpinan ponpes Al Hamidiyah NW Kediri Dr. Lalu M. Iqbal Murad sekaligus memberikan motivasi kepada para santri dan santriwati agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

 

Kedatangan Ketua DPD RI didampingi Anggota DPD RI Daerah Pemilihan NTB, Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., TGH. Ibnu Kholil, Staf Khusus Ketua DPD RI Brigjen Imran Edwin Siregar, serta sejumlah senator lainnya.

 

Turut hadir Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., pimpinan pondok pesantren, para pengasuh, seluruh santri dan santriwati, serta wali santri yang menyambut kunjungan tersebut.

 

Dalam pemaparannya, Sultan Bachtiar Najamudin menyoroti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan dan pekerjaan.

 

Namun, di tengah kemajuan tersebut, Sultan menilai pendidikan karakter yang menjadi bagian penting dari kehidupan pesantren tetap memiliki keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin maupun teknologi.

 

Ia menegaskan bahwa adab, etika, dan hati nurani merupakan fondasi utama yang harus dijaga oleh generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

 

“Kalau pendidikan dasar kita kuat seperti adik-adik semua di sini di pesantren, yang masih bisa dijaga itu ya adab, etika, dan hati. Itu yang harus dijaga dan membedakan kita dengan mesin serta teknologi,” ujar Sultan.

 

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan tanggung jawab moral.

 

Di tengah pemanfaatan teknologi yang semakin luas, pendidikan agama dan pembentukan karakter dinilai menjadi bekal penting bagi para santri untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

 

Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan kepribadian, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Pondok Pesantren Al-Hamidiyah NW Kediri. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat aktivitas pendidikan, pembinaan santri, serta kontribusi pesantren dalam mencetak generasi penerus umat dan bangsa.

 

Sultan mengaku senang dapat bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren, Dr. M. Iqbal Murad, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB.

 

Ia bahkan menyampaikan keinginannya untuk kembali berkunjung ke Ponpes Al-Hamidiyah pada masa mendatang.

 

“Saya sekarang punya sahabat baru pimpinan Ponpes ini yang juga merupakan Ketua BAZNAS NTB, Insyaallah nanti saya akan sering berkunjung ke depannya,” ungkapnya.

 

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan harapan agar hubungan silaturahmi yang terjalin dapat terus diperkuat, termasuk dalam mendukung pengembangan pendidikan pesantren dan pemberdayaan masyarakat.

 

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al-Hamidiyah NW Kediri, Dr. M. Iqbal Murad, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran Ketua DPD RI beserta rombongan.

 

Menurutnya, kunjungan Sultan merupakan momen yang telah lama dinantikan oleh keluarga besar Ponpes Al-Hamidiyah. Pihak pesantren pun telah mempersiapkan kedatangan tokoh nasional tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan memperkenalkan perkembangan lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

 

“Kami bersyukur bisa dikunjungi beliau karena sudah lama kami persiapkan kedatangannya,” jelas Dr. Iqbal Murad.

 

Ia juga memaparkan perjalanan dan perkembangan Ponpes Al-Hamidiyah yang bermula dari lingkungan dusun di wilayah Kediri, Lombok Barat. Berkat perjuangan dan pengembangan yang terus dilakukan, aktivitas pendidikan pesantren kini semakin berkembang, termasuk melalui perluasan kegiatan ke Desa Montong Are.

 

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pesantren untuk memperluas jangkauan pendidikan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam membina generasi muda.

 

“Kami berawal di tengah dusun dan terus berkembang hingga seperti ini,” ungkapnya.

 

Dr. Iqbal berharap Ponpes Al-Hamidiyah dapat terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu mencetak kader umat dan bangsa. Para santri diharapkan tidak hanya menjadi pribadi yang berilmu dan berakhlak, tetapi juga mampu tampil sebagai pemimpin yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Rangkaian kunjungan Ketua DPD RI di Ponpes Al-Hamidiyah NW Kediri juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan asrama pesantren.

 

Peletakan batu pertama tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan Ponpes Al-Hamidiyah.

 

Pembangunan asrama diharapkan dapat mendukung kenyamanan para santri dalam menjalani aktivitas pendidikan, pembinaan keagamaan, serta kehidupan sehari-hari di lingkungan pondok pesantren.

 

Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, Ponpes Al-Hamidiyah diharapkan semakin optimal dalam memberikan pelayanan pendidikan sekaligus membentuk generasi yang memiliki kedalaman ilmu agama, keluasan wawasan, dan akhlak yang baik.

 

Sultan Bachtiar Najamudin, yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu periode 2013–2015, menutup kunjungannya dengan rangkaian kegiatan bersama keluarga besar pesantren.