POJOKNTB.com – Nauvar Furqani Farinduan atau Farin resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bakti 2026-2031. Farin terpilih dalam Temu Karya VI Karang Taruna Provinsi NTB yang digelar di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (3/10/2026).
Penetapan tersebut menjadi momentum baru bagi Karang Taruna NTB untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mengoptimalkan peran pemuda dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pataka Karang Taruna diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Bahtiar Sebayang, kepada Farin sebagai simbol estafet kepemimpinan Karang Taruna NTB.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Mashuri, serta Koordinator Wilayah PNKT Bali-Nusra Sabolah.
Usai menerima Pataka, Farin menegaskan bahwa amanah kepemimpinan tersebut akan dijalankan dengan mengedepankan konsolidasi dan kebersamaan seluruh elemen Karang Taruna di NTB.
Menurutnya, Karang Taruna memiliki struktur organisasi yang kuat karena bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa. Karena itu, ia akan mendorong konsolidasi dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
“Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah konsolidasi. Kita akan merangkul seluruh kepengurusan Karang Taruna, dari tingkat provinsi sampai ke desa-desa. Tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan. Karang Taruna NTB harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda,” kata Farin.
Farin juga menegaskan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan untuk menjadikan Karang Taruna sebagai organisasi yang bekerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menyampaikan, pesan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam forum tersebut menjadi pijakan penting bagi arah gerakan Karang Taruna ke depan, khususnya dalam menghadapi perubahan zaman. Pesan tersebut mencakup pentingnya literasi digital, penguatan entrepreneurship, kerja konkret, menjaga kearifan lokal, serta membangun kemandirian finansial generasi muda.
“Pesan Pak Gubernur sangat jelas. Pemuda NTB harus melek digital, punya jiwa entrepreneurship, bekerja secara konkret, menjaga local wisdom, dan yang tidak kalah penting adalah membangun kemandirian finansial. Ini yang harus kita terjemahkan menjadi gerakan nyata Karang Taruna,” ujarnya.
Farin juga menegaskan posisi Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan yang memiliki hubungan strategis dengan pemerintah dalam pembangunan daerah.
Ia menyebut Karang Taruna sebagai organisasi yang menjadi mitra pemerintah, sehingga hubungan tersebut harus dibangun dalam kerangka sinergi dan kolaborasi.
“Karang Taruna adalah organisasi plat merah dalam arti organisasi sosial kepemudaan yang menjadi mitra pemerintah. Karena itu, kita tidak ingin berjalan sendiri. Kita ingin membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota sampai pemerintah desa, agar program-program yang kita jalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Farin.
Ia menambahkan, sinergi tersebut bukan berarti Karang Taruna kehilangan independensinya sebagai organisasi kepemudaan, melainkan menjadi kekuatan bersama untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Prinsipnya adalah kolaborasi. Pemerintah punya program, Karang Taruna punya energi pemuda dan kedekatan dengan masyarakat. Kalau ini disatukan, saya yakin banyak persoalan sosial yang bisa kita jawab bersama,” katanya.
Bahtiar: Konsolidasi dan Rekonsolidasi Harus Diperkuat
Sementara itu, Waketum PNKT Bidang OKK Bahtiar Sebayang menekankan pentingnya kepemimpinan baru Karang Taruna NTB untuk merangkul seluruh elemen organisasi.
Ia mengatakan, Temu Karya bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kembali persatuan dan soliditas organisasi.
“Yang paling penting setelah Temu Karya ini adalah konsolidasi. Semua harus dirangkul, semua harus diajak bersama. Kalau ada dinamika sebelumnya, mari kita selesaikan dengan rekonsolidasi organisasi. Jangan lagi melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah,” ujar Bahtiar.
Menurutnya, kekuatan Karang Taruna terletak pada kemampuan organisasi untuk bekerja bersama dari tingkat provinsi hingga desa.
“Karang Taruna ini organisasinya besar dan basisnya ada di masyarakat. Karena itu, konsolidasi harus bagus, komunikasi harus jalan, dan kepengurusan harus mampu bekerja bersama. Kita ingin Karang Taruna hadir sebagai organisasi yang memberikan manfaat,” katanya.
Bahtiar juga mengingatkan agar kepemimpinan Farin tidak berhenti pada penguatan struktur, tetapi dilanjutkan dengan kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
“Setelah organisasi terkonsolidasi, tugas berikutnya adalah bagaimana program-program itu benar-benar menyentuh masyarakat. Itu yang harus menjadi ukuran keberhasilan Karang Taruna,” ujarnya.
Bahtiar juga menyampaikan pesan Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono agar kepengurusan Karang Taruna di daerah menerjemahkan semangat kepemimpinan nasional ke dalam kerja konkret di tengah masyarakat.
Budisatrio sebelumnya menegaskan bahwa Karang Taruna tidak boleh berhenti pada struktur organisasi maupun kegiatan seremonial. Ia mendorong Karang Taruna untuk memperkuat gerakan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat dengan semangat “Bersatu, Bergerak, Berdampak”.
“Pesan Ketua Umum PNKT jelas, Karang Taruna tidak boleh hanya hadir ketika ada kegiatan. Karang Taruna harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Karena itu, setelah konsolidasi organisasi dilakukan, kita harus bergerak dan memastikan kehadiran Karang Taruna benar-benar memberikan dampak,” kata Bahtiar.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kualitas kader. Menurut gagasan Budisatrio, organisasi yang kuat dan berdampak tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi oleh kualitas kader dan manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Ketua Umum juga menekankan bahwa kekuatan Karang Taruna bukan sekadar soal jumlah anggota, tetapi kualitas kader. Kita ingin kader Karang Taruna menjadi pemuda yang punya kapasitas, punya kepedulian, dan mampu menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Gubernur Iqbal: Pemuda Harus Mandiri
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang hadir sekaligus membuka Temu Karya VI memilih memosisikan dirinya bukan semata sebagai pejabat pemerintah, melainkan sebagai orang tua yang berhadapan dengan masa depan daerahnya.
Dalam sambutannya, Iqbal menyoroti pentingnya fondasi entrepreneurship bagi generasi muda di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.
Ia mengingatkan agar organisasi kepemudaan tidak semata-mata dijadikan kendaraan untuk mengejar posisi politik atau kekuasaan.
“Jangan masuk organisasi hanya karena ingin menjadi anggota dewan. Pemuda itu harus mandiri secara sosial dan ekonomi,” tegas Gubernur.
Dalam konteks pembangunan daerah, Iqbal juga menyinggung sektor pariwisata yang tengah menjadi salah satu kekuatan NTB. Ia berpesan agar pemuda menjadi garda terdepan dalam menjaga kearifan dan nilai budaya lokal sehingga perkembangan investasi dan pariwisata tidak membuat NTB kehilangan identitas.
Menurutnya, kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kemampuan masyarakat menjaga karakter dan budaya daerah.
Terkait langkah konkret, Iqbal mengungkapkan program “Desa Berdaya” sebagai bagian dari visi NTB Makmur Mendunia. Ia menargetkan keterlibatan anak-anak muda sebagai pendamping desa yang mampu membantu masyarakat merumuskan sekaligus mengurus berbagai kebutuhan pembangunan dan infrastruktur sosial.
“Karang Taruna ke depan harus bisa mengambil peran ini, karena merekalah yang paling tahu dan paham seluk-beluk dusunnya masing-masing,” tutup Gubernur Iqbal.
Temu Karya VI Karang Taruna NTB selanjutnya menjadi titik awal bagi kepemimpinan Farin untuk menerjemahkan mandat organisasi ke dalam konsolidasi dan kerja nyata.
Dengan dukungan PNKT serta sinergi bersama Pemerintah Provinsi NTB, kepemimpinan baru Karang Taruna NTB diharapkan mampu memperkuat peran pemuda sebagai kekuatan sosial yang hadir, bergerak, dan memberi dampak bagi masyarakat hingga tingkat paling bawah.












