Dari Rusia, TIDAR Ingin Perkuat Jejaring Anak Muda Indonesia

Pojok NTB – Keikutsertaan Tunas Indonesia Raya (TIDAR) dalam World Youth Festival di Rusia tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengalaman, tetapi juga bagian dari upaya memperluas jejaring anak muda Indonesia di tingkat internasional.

Ketua OKK PP TIDAR, Rizky Emirdhani Utama, mengatakan forum yang mempertemukan sekitar 10 ribu anak muda dari 191 negara tersebut memberikan ruang bagi delegasi Indonesia untuk membangun relasi lintas negara.

Menurutnya, hubungan yang terbangun melalui anak muda dapat menjadi modal untuk memperkuat kerja sama Indonesia dengan negara-negara lain.

“Harapan kita TIDAR bisa membantu berkontribusi dalam menambah hubungan baik antara negara Indonesia dengan negara-negara lainnya, khususnya para penerus bangsa,” kata Rizky.

Rangkaian World Youth Festival berlangsung di Yekaterinburg pada 12–17 September 2026. Setelahnya, sejumlah delegasi TIDAR mengikuti Open Electoral and Regional Program pada 18–20 September.

Program tersebut berlangsung di sejumlah wilayah Rusia dan bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan untuk State Duma.

Rizky menyebut pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan bagi kader TIDAR untuk memahami proses politik, pemerintahan, hingga diplomasi di luar negeri.

Ia menegaskan, para delegasi yang berangkat membawa tanggung jawab lebih luas karena tidak hanya mewakili organisasi.

“Kita menjadi wajah, bukan hanya TIDAR dan Gerindra, tapi wajah Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, Rizky berharap para delegasi mampu membawa pulang pengalaman dan peluang positif untuk Indonesia.

TIDAR juga menargetkan adanya tindak lanjut setelah kegiatan tersebut. Pengalaman yang diperoleh di Rusia diharapkan dapat digunakan untuk mempersiapkan lebih banyak kader muda agar aktif dalam forum internasional berikutnya.

“Kita juga bisa turut menyiapkan kader-kader TIDAR untuk event di tahun berikutnya, baik World Youth Festival maupun event-event lain,” kata Rizky.

Bagi TIDAR, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses kaderisasi anak muda agar semakin terbuka terhadap isu global sekaligus tetap membawa perspektif Indonesia dalam pergaulan internasional.