Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Rp84,5 Miliar Dimulai 2027, Disiapkan Jadi Ikon Wisata Baru NTB

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi NTB memastikan revitalisasi Pasar Seni Senggigi dengan nilai anggaran Rp84,5 miliar terus dipersiapkan. Proyek yang didanai pemerintah pusat itu ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027 setelah seluruh dokumen persyaratan atau readiness criteria (RC) rampung tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan saat ini pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai dokumen pendukung sebagai syarat pencairan pembiayaan. Sementara proses redesign kawasan dan pelaksanaan tender akan ditangani oleh pemerintah pusat.

“Anggaran revitalisasi Pasar Seni Senggigi sebesar Rp84,5 miliar. Tahun ini fokus kita adalah menyelesaikan dokumen readiness criteria, sehingga awal tahun depan proses tender bisa berjalan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB memiliki tanggung jawab menyiapkan berbagai dokumen lingkungan, sosial, ekonomi, hingga kajian lalu lintas. Hal itu karena Pasar Seni Senggigi merupakan aset milik Pemerintah Provinsi NTB.

Menurutnya, proyek revitalisasi diperkirakan menggunakan skema multi years. Pembangunan akan mulai berjalan pada 2027 dan diproyeksikan selesai sekitar 2028 mengingat besarnya nilai investasi dan kompleksitas pekerjaan.

Ahmad Nur Aulia menegaskan revitalisasi tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi mengubah wajah Pasar Seni Senggigi menjadi pusat aktivitas pariwisata modern yang mampu menghidupkan kembali kawasan wisata Senggigi.

“Nantinya bukan sekadar pasar seni atau amphitheater saja. Kawasan ini akan menjadi pusat atraksi wisata, panggung budaya, showcase produk ekonomi kreatif lokal, sekaligus ikon baru Senggigi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, konsep yang disiapkan akan menghadirkan ruang publik multifungsi. Pada siang hari kawasan tersebut dirancang menjadi tempat wisatawan bekerja atau bersantai dengan pemandangan laut, sedangkan sore hingga malam akan diisi berbagai atraksi budaya, pertunjukan musik, hingga kegiatan ekonomi kreatif.

Selain itu, kawasan Pasar Seni Senggigi juga akan berfungsi sebagai penunjang Pelabuhan Senggigi. Wisatawan yang menunggu kapal nantinya dapat memanfaatkan area tersebut sebagai ruang tunggu yang nyaman sekaligus menikmati berbagai atraksi dan fasilitas wisata.

“Harapannya kawasan ini mampu menjawab kebutuhan wisatawan yang selama ini mencari aktivitas tambahan ketika menginap di Senggigi. Jadi wisatawan memiliki lebih banyak pilihan atraksi dan waktu tinggal mereka di Senggigi bisa semakin panjang,” katanya.

Terkait pengelolaan setelah pembangunan selesai, Ahmad Nur Aulia menegaskan aset tersebut akan tetap dikelola oleh daerah. Bentuk pengelolaannya masih akan diputuskan pemerintah, baik melalui unit pengelola milik pemerintah daerah maupun skema kerja sama dengan pihak lain.

“Yang jelas salah satu syarat pembiayaan ini adalah daerah harus siap mengelola aset setelah selesai dibangun. Jadi pengelolaannya tetap menjadi kewenangan daerah,” tegasnya.

Revitalisasi Pasar Seni Senggigi diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu mengembalikan kejayaan Senggigi sebagai destinasi wisata unggulan NTB, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif dan meningkatkan daya tarik wisata di Pulau Lombok.