Pojok NTB – Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengaku prihatin setelah kembali menemukan penderita hidrosefalus saat mengunjungi Desa Pandan Indah, Kabupaten Lombok Tengah. Dalam kunjungan tersebut, ia menjenguk dua warga yang mengalami hidrosefalus, yakni seorang dewasa berusia di atas 40 tahun dan seorang bayi berusia delapan bulan.
Menurut Iqbal, kondisi bayi tersebut masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan penanganan medis sehingga pemerintah akan berupaya memberikan pendampingan.
“Yang bayi usianya baru delapan bulan, jadi masih banyak hal yang bisa kita lakukan. Sementara yang dewasa, yang paling penting sekarang memastikan kesehatannya terus terpantau,” ujarnya.
Iqbal mengaku mulai melihat adanya pola yang perlu mendapat perhatian serius. Selama setahun terakhir, ia mengaku telah bertemu hampir 15 penderita hidrosefalus dan hampir seluruhnya berasal dari wilayah selatan NTB.
“Ini menjadi atensi. Saya melihat hampir semua kasus yang saya temui berasal dari daerah selatan. Fenomena ini perlu kita kaji bersama tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya,” katanya.
Meski belum dapat menyimpulkan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kemiskinan atau faktor lain, Iqbal menegaskan pemerintah akan mendorong kajian ilmiah agar penyebab tingginya kasus hidrosefalus di wilayah selatan NTB dapat diketahui dan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan yang tepat.










