Pojok NTB – Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat langkah penanganan kekeringan yang kini telah melanda sekitar 50 kecamatan. Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memastikan seluruh armada tangki air milik Pemprov telah dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Semua tangki air yang kita miliki di Dinas Sosial, BPBD maupun Biro Umum sudah kita kerahkan untuk membantu masyarakat, terutama di wilayah selatan,” kata Iqbal.
Selain distribusi air bersih, Pemprov NTB juga memperoleh tambahan bantuan pembangunan sumur bor dari BNPB. Sumur-sumur tersebut akan diprioritaskan untuk wilayah selatan Pulau Lombok dan selatan Pulau Sumbawa yang selama ini kerap mengalami krisis air saat musim kemarau.
Menurut Iqbal, lokasi pembangunan sumur bor akan ditentukan berdasarkan hasil asesmen agar bantuan benar-benar menyasar daerah yang paling membutuhkan.
Ia juga mengungkapkan, pemerintah pusat telah merespons usulan NTB untuk melakukan radioisotope tracing, yakni teknologi pencarian aliran sungai bawah tanah yang sebelumnya sukses diterapkan di Bribin, Gunungkidul.
Meski belum mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan kekeringan, Pemprov NTB memanfaatkan anggaran sosial, kebencanaan, dan anggaran reguler. Jika kondisi memburuk, pemerintah juga siap menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT).










