Pemprov NTB Tak Biayai Hosting Fee, Fokus Dukung Layanan MotoGP Mandalika

– Pemerintah Provinsi NTB memastikan tetap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MotoGP Mandalika meski tidak lagi terlibat dalam pembiayaan hosting fee yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, peran pemerintah daerah sebagai tuan rumah diwujudkan melalui berbagai dukungan non-anggaran atau in-kind demi menjamin kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ajang balap motor dunia tersebut.

“Hosting fee itu urusan pemerintah pusat. Pemerintah daerah tidak diwajibkan terlibat, tetapi sebagai host kita harus tetap memberikan kontribusi,” ujar Iqbal.

Menurutnya, kontribusi yang diberikan Pemprov NTB mencakup penyediaan layanan kesehatan, transportasi, hingga dukungan kebudayaan untuk menyambut para wisatawan yang datang ke Mandalika.

Salah satu dukungan terbesar adalah penggratisan layanan tim medis yang sebelumnya menjadi komponen biaya cukup besar dalam penyelenggaraan MotoGP. Pemerintah daerah kini menanggung biaya layanan kesehatan melalui rumah sakit di NTB sehingga perputaran ekonomi tetap terjadi di dalam daerah.

“Dulu tim kesehatan itu nilainya miliaran rupiah. Sejak tahun lalu kita gratiskan dari pemerintah daerah dan pembayaran dilakukan melalui rumah sakit di NTB,” katanya.

Selain layanan medis, Pemprov juga menyiapkan transportasi berupa shuttle bus dari Mataram dan Praya menuju kawasan Sirkuit Mandalika guna mempermudah mobilitas penonton. Dukungan lain berupa penyediaan helikopter untuk kebutuhan darurat medis juga akan kembali dilakukan seperti tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah turut memperkuat nuansa budaya lokal melalui berbagai pertunjukan dan kegiatan kesenian selama gelaran MotoGP berlangsung.

Untuk jumlah penonton, Iqbal berharap capaian tahun ini minimal dapat menyamai penyelenggaraan sebelumnya yang berhasil mencapai kapasitas penuh. Namun, menurutnya, kualitas wisatawan yang datang jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar angka kunjungan.

“Mudah-mudahan sama dengan tahun lalu yang sudah full capacity. Tetapi yang lebih kita harapkan adalah kualitas penonton yang datang dan dampaknya terhadap ekonomi daerah,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung bahwa kawasan Mandalika sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) memiliki nilai penting, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun pengamanan. Karena itu, berbagai persiapan yang dilakukan, termasuk kegiatan rutin aparat keamanan, merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan kawasan menjelang MotoGP.

Dengan dukungan transportasi, layanan kesehatan, promosi budaya, dan fasilitas penunjang lainnya, Pemerintah Provinsi NTB optimistis MotoGP Mandalika tahun ini kembali menjadi magnet wisata internasional sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Pulau Lombok.