Pojok NTB – Pemerintah Provinsi NTB tengah fokus menuntaskan persoalan pendidikan, khususnya ribuan anak yang putus sekolah di tingkat SMA, SMK, dan SLB.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar dua ribu lebih anak yang belum menyelesaikan pendidikan menengah. Pemerintah menargetkan persoalan ini bisa ditangani dalam tahun ini.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami sedang melakukan pendataan by name by address untuk memastikan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah akan memfasilitasi anak-anak tersebut agar bisa kembali melanjutkan pendidikan, salah satunya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau jalur lainnya.
Targetnya, minimal mereka bisa memperoleh ijazah setara SMA. Sementara untuk anak putus sekolah di tingkat SD dan SMP, penanganannya akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota sesuai kewenangan.
Data yang digunakan pun akan terus diperbarui dengan melibatkan tenaga pendamping desa, mengingat jumlah anak putus sekolah di NTB masih cukup besar.












