NTB Kembangkan Kakao dan Kurma, BRIDA Siapkan Laboratorium Canggih

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui BRIDA terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah. Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya fokus pada penguatan indikasi geografis kakao dan pengembangan kurma berbasis riset teknologi.

Untuk kakao, proses yang dilakukan masih berada pada tahap awal, yakni pengurusan sertifikat varietas unggul lokal. Sertifikasi ini menjadi syarat utama sebelum masuk ke tahap indikasi geografis.

“Kita sedang mengurus varietas unggul kakao. Setelah sertifikat itu keluar dari kementerian, baru kita lanjutkan ke indikasi geografis,” jelasnya.

Ia menyebutkan, terdapat beberapa varietas kakao yang sedang diajukan dan harus melalui proses pengujian ketat untuk memastikan keaslian serta keunggulannya. Proses ini penting agar tidak terjadi klaim dari daerah lain.

Selain kakao, BRIDA NTB juga tengah mengembangkan komoditas kurma melalui pendekatan teknologi kultur jaringan. Metode ini dinilai mampu menghasilkan bibit unggul yang produktif dan berkualitas tinggi.

“Pola kultur jaringan sudah berhasil kita temukan. Sekarang kita siapkan laboratorium untuk produksi bibit secara massal,” ujarnya.

Laboratorium tersebut akan dibangun dengan dukungan anggaran yang sudah tersedia, serta kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi kurma internasional. Nantinya, fasilitas ini tidak hanya untuk penelitian, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menariknya, hasil riset menunjukkan bahwa wilayah di Pulau Sumbawa, khususnya daerah Alas, memiliki potensi tanah terbaik untuk pengembangan kurma. Beberapa daerah seperti KSB, Moyo, dan wilayah lain juga sudah mulai melakukan penanaman, bahkan sebagian sudah berbuah.

Namun, Aryadi menegaskan bahwa keberhasilan budidaya kurma sangat ditentukan oleh faktor lingkungan, terutama kualitas tanah, mineral, dan kondisi alam lainnya.

“Teknologi itu penting, tapi kunci utamanya tetap pada kondisi tanah. Itu yang menentukan kualitas dan produktivitas,” tegasnya.

Dengan kombinasi riset, inovasi, dan penguatan legalitas produk, NTB optimistis mampu menjadikan kakao dan kurma sebagai komoditas unggulan baru yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.