Pojok NTB – Pemerintah Provinsi NTB melakukan terobosan baru dalam pelaksanaan Musrenbang 2026 untuk penyusunan RKPD 2027. Jika biasanya acara dibuka secara besar-besaran di awal, kini pola tersebut dibalik.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa pendekatan baru ini dimulai dengan diskusi mendalam terlebih dahulu, baru kemudian ditutup dengan kesimpulan besar.
“Kita ingin urun rembuk dulu, baru closing. Bukan sebaliknya,” jelasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap program yang direncanakan benar-benar lahir dari kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar formalitas.
Tema utama Musrenbang kali ini adalah kolaborasi. Pemerintah provinsi menekankan pentingnya sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar pembangunan berjalan searah.
“Tidak bisa lagi jalan sendiri-sendiri. Harus ada benang merah dengan program nasional dan daerah,” tegas Nelly.
Fokus utama pembangunan diarahkan pada desa, sejalan dengan program nasional “membangun dari desa”. Dengan lebih dari 1.100 desa di NTB, pendekatan ini dinilai paling efektif untuk menekan angka kemiskinan.












