NTB Siapkan Kerja Sama dengan Swedia untuk Pasarkan Produk Lokal

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menyiapkan langkah kerja sama dengan Swedia untuk membuka peluang pemasaran produk unggulan daerah ke negara tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Lalu Wiranata, mengatakan rencana tersebut menjadi salah satu tindak lanjut dari kunjungan Putri Mahkota Victoria dari Swedia ke Lombok.

Lalu mengaku telah berdiskusi dengan Duta Besar Swedia mengenai peluang kerja sama, khususnya untuk memperkenalkan produk-produk NTB ke pasar Swedia.

“Kami akan mencoba bekerja sama dengan pemerintah Swedia. Tadi saya diskusi sedikit dengan duta besarnya. Mungkin kita bisa bersurat kepada beliau untuk audiensi dengan perwakilan mereka di Kedutaan Swedia,” kata Lalu.

Menurutnya, NTB memiliki produk kerajinan yang berpotensi ditawarkan ke pasar Swedia. Salah satu keunggulannya adalah semakin banyak produk yang menggunakan bahan alami dan pewarna alami.

Hal ini dinilai penting karena pasar Swedia memiliki standar yang ketat terkait bahan baku produk.

“Bahan-bahan alami, pewarna alami itu semakin banyak kita pergunakan. Persentase penggunaannya sudah lebih banyak dan lebih baik. Itu yang bisa kita tawarkan ke Swedia,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Disperindag NTB berencana mengirimkan surat audiensi pada Oktober 2026 kepada perwakilan Swedia. Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTB akan mempresentasikan produk-produk unggulan daerah sekaligus menjajaki kemungkinan produk NTB masuk ke pasar Swedia.

“Kita mau coba audiensi dulu dengan mereka di kedutaan untuk menyampaikan apakah memungkinkan produk NTB ini masuk di pasar Swedia,” jelasnya.

Lalu berharap audiensi tersebut mendapat respons positif dan dapat dilanjutkan dengan pertemuan pada November mendatang.

Menurutnya, kerja sama dengan Swedia nantinya bukan hanya membuka akses pasar baru, tetapi juga mendorong pelaku UMKM NTB meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar internasional.

“UMKM kita harus naik kelas, baik dari aspek produk maupun aspek pemasarannya. Jangkauan pemasarannya harus ditambah dan diperluas,” tegasnya.