Putri Mahkota Victoria Kagum Kerajinan NTB, Disebut Punya Potensi Besar

Pojok NTB – Kerajinan tangan Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat apresiasi tinggi dari Putri Mahkota Victoria dari Swedia dalam kunjungannya ke Lombok. Ragam motif, warna, hingga kreativitas para perajin NTB dinilai menjadi keunggulan yang tidak banyak ditemukan di daerah lain.

Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Shinta M. Iqbal, mengatakan Putri Mahkota Victoria mengaku kagum melihat keberagaman produk kerajinan yang ditampilkan.

“Beliau sangat mengapresiasi dan sangat kagum terhadap kerajinan kita yang sangat bervariasi, baik dari motif, warna, bentuk, maupun kreativitasnya,” ujar Shinta.

Menurut Shinta, Putri Mahkota Victoria bahkan menyebut NTB sebagai daerah yang sangat beruntung karena memiliki potensi kerajinan yang telah berkembang dengan baik. Namun, potensi tersebut dinilai masih perlu terus ditingkatkan, terutama dari sisi inovasi dan pengembangan produk.

Salah satu produk yang menarik perhatian Putri Mahkota Victoria adalah kain tenun NTB yang memiliki warna-warni cerah. Ia juga tampak kagum dengan kreativitas perajin yang menggabungkan sejumlah material lokal, seperti kulit mutiara dan ketak, menjadi satu produk.

“Beliau sangat terkesan dengan kerajinan tekstil dan tenun-tenun kita. Beliau juga kagum dengan kombinasi antara kulit mutiara yang disambung dengan ketak,” kata Shinta.

Shinta berharap kunjungan tersebut dapat menjadi momentum bagi para perajin NTB untuk semakin berani berinovasi dan memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Ia juga menyebut telah ada pembicaraan terkait peluang membuka pasar ekspor produk kerajinan NTB ke Swedia. Menurutnya, keberagaman dan keunikan produk lokal harus terus dikembangkan agar semakin memiliki daya saing di pasar global.

Tak hanya kerajinan, produk kuliner NTB juga mendapat perhatian. Dalam kunjungannya, Putri Mahkota Victoria mencicipi sejumlah produk, termasuk kacang mete panggang tanpa garam dan minuman serai atau lemongrass.

Shinta mengatakan, minuman serai tersebut bahkan mendapat respons positif dari sang putri.

“Dia sangat mengapresiasi minuman lemongrass kita. Sampai tadi masuk di mobil dia bilang, ‘lemongrass is really, really good’,” ujarnya.

Shinta menambahkan, kunjungan tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat pembinaan UMKM NTB, termasuk dalam hal pengemasan produk. Salah satu yang menjadi perhatian adalah produk olahan mete yang sudah dikembangkan menjadi permen, namun masih membutuhkan penguatan dari sisi desain dan identitas kemasan.

Menurut Shinta, peningkatan kualitas kemasan penting agar produk UMKM NTB semakin siap masuk pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Kalau untuk pembinaan teman-teman ini, mereka butuh dibina untuk masalah packaging,” katanya.

Ia berharap ke depan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk UNDP, dapat diperluas untuk membantu UMKM dan desa-desa lain di NTB mengembangkan potensi produk lokal mereka.

Kunjungan Putri Mahkota Victoria pun diharapkan tidak berhenti sebagai kunjungan diplomatik, tetapi menjadi pintu bagi kerajinan dan produk lokal NTB untuk semakin dikenal di pasar dunia.