Jelang High Season dan Maulid, NTB Siapkan Pasar Murah

Pojok NTB – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan bahan pokok di daerah tetap aman, meski permintaan pasar mulai meningkat seiring naiknya kunjungan wisatawan dan aktivitas hotel serta restoran.

Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, mengatakan distribusi bahan pokok hingga saat ini berjalan lancar. Tidak ada kendala distribusi yang menyebabkan pasokan tertahan di daerah, termasuk Lombok Timur dan Lombok Tengah.

“Kalau distribusinya aman, sudah terkirim semuanya. Tidak ada tertahan di mana pun,” kata Wiranata.

Menurutnya, peningkatan permintaan mulai terasa seiring memasuki periode high season pariwisata. Tingkat okupansi hotel dan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat membuat kebutuhan hotel, restoran, dan pelaku usaha terhadap bahan pangan ikut naik.

Kondisi tersebut diperkirakan semakin meningkat hingga September dan Oktober. Selain sektor pariwisata, mulai beroperasinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut meningkatkan kebutuhan sejumlah komoditas.

“Permintaan di pasar meningkat. Harga-harga mulai naik,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga, Disperindag NTB telah berkoordinasi dengan sejumlah produsen, termasuk Perum Bulog. Para produsen diminta meningkatkan jumlah produksi, terutama dengan memanfaatkan pasokan dari daerah lokal terlebih dahulu.

“Kalau bisa dari sini dulu, dari lokal. Kalau kurang, mungkin baru didatangkan dari luar,” jelasnya.

Pasar Murah Jelang Maulid

Selain mengantisipasi dampak high season, Disperindag NTB juga menyiapkan pasar murah menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan lagi.

Wiranata menyebut kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di NTB. Kabupaten Bima direncanakan menjadi lokasi utama pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Menjelang Maulid ini sudah pasti ada kenaikan harga barang. Rencananya pasar murah dilakukan serentak di semua kabupaten/kota,” katanya.

Pasar murah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang meningkatnya permintaan masyarakat.

Disperindag NTB juga akan menggandeng berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan pasar murah tersebut, sehingga pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata.