Tiu Sekeper, Air Terjun Tertinggi di Lombok Utara yang Memikat Para Petualang

Pojok NTB – Di kaki utara Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, berdiri megah Air Terjun Tiu Sekeper, sebuah destinasi wisata alam yang dijuluki sebagai air terjun tertinggi di Pulau Lombok. Keindahannya masih sangat alami karena berada jauh di dalam kawasan hutan tropis yang lebat, menjadikannya surga bagi para pencinta petualangan dan fotografi alam.

Nama Tiu Sekeper berasal dari bahasa Sasak. Kata “Tiu” berarti kolam atau genangan air, sedangkan “Sekeper” merujuk pada bukit tempat air terjun ini berada. Ada pula kajian toponimi yang menyebut “Sekeper” bermakna tersembunyi, menggambarkan letaknya yang jauh di dalam hutan dan tidak mudah dijangkau.

Dengan ketinggian sekitar 100–102 meter, Tiu Sekeper disebut sebagai air terjun tertinggi di Lombok dan termasuk salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Debit air yang deras jatuh dari tebing tinggi menciptakan kabut air yang menyegarkan, sementara tebing hijau yang menjulang menghadirkan panorama alam yang begitu memukau.

Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari daya tarik wisata ini. Wisatawan harus melakukan trekking menyusuri hutan, menyeberangi sungai kecil, serta melewati perkebunan warga selama beberapa jam. Namun, rasa lelah akan terbayar ketika suara gemuruh air mulai terdengar dan tirai air raksasa Tiu Sekeper terlihat di hadapan mata.

Desa Santong sendiri dikenal sebagai “The Kingdom of Waterfall” karena memiliki sekitar 30 air terjun yang tersebar di kawasan hutan kaki Gunung Rinjani. Selain Tiu Sekeper, terdapat pula Tiu Teja, Tiu Sampurarung (Batu Apeq), Tiu Bumbung, dan sejumlah air terjun lain yang menjadi bagian dari kekayaan wisata alam desa tersebut.

Tak hanya menawarkan panorama yang luar biasa, kawasan hutan Santong juga memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air. Aliran dari Tiu Sekeper bahkan dimanfaatkan sebagai sumber air bagi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) yang memasok energi bersih bagi masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan air terjun bukan hanya bernilai wisata, tetapi juga menopang kehidupan warga.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, waktu terbaik adalah saat musim kemarau ketika jalur trekking lebih aman. Pengunjung disarankan menggunakan jasa pemandu lokal, mengenakan sepatu trekking, membawa bekal secukupnya, serta tetap menjaga kebersihan kawasan hutan. Demi keselamatan, wisatawan juga tidak dianjurkan mandi tepat di bawah jatuhan utama air terjun karena debit air yang sangat kuat.

Tiu Sekeper bukan sekadar air terjun. Ia adalah simbol keindahan alam Lombok Utara yang masih perawan, tempat di mana petualangan, ketenangan, dan pesona hutan tropis berpadu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap orang yang datang mengunjunginya.