DPMPTSP NTB: Investasi Kereta Gantung Rinjani Belum Ada Kejelasan, Iklim Investasi Tetap Sehat

Pojok NTB – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB memastikan belum ada perkembangan terbaru terkait rencana investasi proyek kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani. Hingga kini, investor yang sebelumnya mengajukan proyek tersebut belum kembali memberikan kejelasan.

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, mengatakan Pemerintah Provinsi NTB masih menunggu perkembangan dari pemerintah pusat karena proses investasi tersebut berada di kewenangan pemerintah pusat.

“Belum ada perkembangan sampai saat ini. Kami juga belum bertemu lagi dengan investornya. Jadi belum bisa menyimpulkan apakah proyek ini ditolak atau tidak dilanjutkan,” ujar Irnadi.

Menurutnya, sikap Pemprov NTB tetap menunggu adanya tindak lanjut resmi. Selama belum ada keputusan ataupun perkembangan terbaru, pemerintah daerah tidak dapat memberikan pernyataan bahwa proyek tersebut telah dihentikan.

Irnadi juga menanggapi anggapan bahwa sejumlah investasi besar di NTB sering kali mandek di tengah jalan. Ia menegaskan, lambatnya realisasi investasi tidak selalu disebabkan oleh pemerintah daerah, melainkan karena proses perizinan yang melibatkan banyak kementerian dan lembaga di tingkat pusat.

Ia mencontohkan sejumlah proyek investasi besar, termasuk rencana seaplane dan pabrik pakan, yang hingga kini masih berada dalam tahap pengurusan berbagai perizinan.

“Investasi besar itu tidak seperti membuka toko. Banyak izin yang harus dipenuhi, mulai dari izin lingkungan, perhubungan, hingga perizinan lintas sektor lainnya. Jadi memang prosesnya membutuhkan waktu,” jelasnya.

Meski beberapa proyek strategis masih berproses, Irnadi menilai iklim investasi di NTB tetap dalam kondisi positif. Hal itu tercermin dari capaian realisasi investasi pada semester pertama tahun ini yang telah melampaui target.

Dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp64 triliun, realisasi hingga semester pertama telah mencapai sekitar Rp33 triliun atau lebih dari 50 persen target tahunan.

“Kalau melihat capaian investasi secara keseluruhan, saya melihat kondisinya masih sehat. Realisasi semester pertama sudah melebihi target yang ditetapkan,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa investasi besar yang belum terealisasi telah gagal. Menurutnya, sebagian besar proyek tersebut masih berada dalam tahapan administrasi dan perizinan yang memerlukan waktu sebelum dapat direalisasikan di lapangan.