Pojok NTB – Qunci Villas di Senggigi terus memperkuat posisinya sebagai pelopor wisata wellness di Lombok. Melalui peluncuran berbagai program kesehatan dan kebugaran berbasis budaya lokal, hotel bintang lima ini ingin menjadikan Lombok sebagai destinasi wellness yang memiliki identitas kuat dan mampu berdiri sejajar dengan destinasi wisata dunia.
General Manager Qunci Villas, Vittorio Negri, mengatakan bahwa tren industri wellness saat ini berkembang sangat pesat di berbagai negara. Namun bagi Qunci Villas, wellness bukan sekadar layanan tambahan bagi tamu, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkenalkan budaya Lombok dan masyarakat Sasak kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, Lombok tidak boleh terus-menerus dipandang sebagai “adik” dari Bali. Pulau ini memiliki kekayaan budaya, alam, dan tradisi yang mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Kami ingin Lombok memiliki identitas yang kuat dan bisa berdiri sendiri. Saat ini minat wisatawan terhadap Lombok terus meningkat. Penambahan penerbangan internasional, termasuk dari Singapura, menjadi salah satu indikator besarnya ketertarikan wisatawan terhadap Lombok,” ujar Vittorio.
Program wellness yang dikembangkan Qunci Villas mengangkat berbagai tradisi lokal, mulai dari terapi rukyah khas Bayan, sound healing, yoga, hingga pendekatan holistik yang melibatkan praktisi lokal dari Lombok Utara. Seluruh program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman autentik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sasak kepada para tamu.
Tidak hanya pada sektor wellness, Qunci Villas juga memperkuat promosi budaya lokal melalui kuliner. Restoran milik hotel tersebut kini semakin banyak menghadirkan makanan khas Sasak seperti sate rembiga, sate tanjung, sate bulayak, dan berbagai hidangan tradisional lainnya yang disajikan dengan standar hotel berbintang tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
“Kami berusaha menggunakan produk lokal sebanyak mungkin. Selain menjaga keaslian rasa, langkah ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat dan pelaku usaha lokal,” katanya.
Vittorio menilai salah satu tantangan utama pariwisata Lombok saat ini adalah masih banyak wisatawan yang belum mengetahui ragam aktivitas yang dapat dilakukan selama berada di pulau tersebut. Padahal, Lombok memiliki air terjun, pegunungan, wisata budaya, kuliner, hingga beragam destinasi alam yang sangat potensial.
Karena itu, ia menilai pengembangan wellness harus menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk memperkuat citra Lombok sebagai destinasi wisata yang lengkap dan beragam.
Saat ini sekitar 70 persen tamu Qunci Villas berasal dari pasar Eropa. Namun ke depan, pihaknya juga ingin memperluas pasar domestik dan Asia dengan memberikan edukasi mengenai manfaat gaya hidup sehat dan wellness.
Dalam menjalankan program tersebut, Qunci Villas melibatkan banyak tenaga lokal. Salah satunya adalah instruktur yoga dan sound healing asal Lombok, Ibu Dewi, serta sejumlah praktisi kesehatan tradisional dari kawasan Bayan.
“Kami percaya kualitas budaya lokal sangat baik. Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kepercayaan diri masyarakat bahwa apa yang mereka miliki memiliki nilai yang tinggi,” ungkap Vittorio.
Sebagai bagian dari transformasi menuju hotel wellness, Qunci Villas juga telah meningkatkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari renovasi area gym, penyediaan ruang latihan kebugaran, kelas yoga gratis setiap pagi, sesi meditasi saat matahari terbenam, hingga pengembangan paket detox yang akan segera diluncurkan.
Selain diperuntukkan bagi tamu hotel, sejumlah layanan wellness juga dibuka untuk masyarakat umum. Bahkan ke depan, Qunci Villas berencana menambah fasilitas seperti sauna, ice plunge, dan layanan kesehatan lainnya yang dapat dinikmati oleh warga Lombok maupun wisatawan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Qunci Villas berharap dapat berkontribusi dalam membangun citra Lombok sebagai destinasi wellness unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan internasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.












