Dinsos NTB: Pola Terorisme Kini Mulai Menyasar Anak-anak

Pojok NTB – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTB, Mashuri mengungkapkan pola gerakan terorisme saat ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya pelaku didominasi orang dewasa dan berlatar kepentingan kelompok tertentu, kini sasaran mulai bergeser kepada anak-anak dan perempuan.

Menurut Mashuri, anak dalam kasus terorisme dapat berada pada dua posisi sekaligus, yakni sebagai korban maupun pelaku.

“Anak bisa menjadi korban, tetapi juga bisa menjadi pelaku. Ini yang perlu menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia menjelaskan perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu pintu masuk penyebaran paham radikal kepada anak-anak. Melalui aktivitas digital yang dekat dengan keseharian anak, pelaku dapat membangun komunikasi secara perlahan hingga mempengaruhi cara berpikir mereka.

Mashuri menilai kondisi ini perlu diwaspadai karena anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kecenderungan ingin tampil berbeda. Kondisi psikologis tersebut dinilai dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk mempengaruhi pola pikir anak.

“Anak-anak memiliki kebanggaan ketika merasa berbeda atau bisa melakukan sesuatu yang dianggap spesial. Ini yang kadang dimanfaatkan,” katanya.