NTB Siapkan Strategi Baru, Bapenda Diminta “Jemput Bola” Pajak

Pojok NTB – Menghadapi keterbatasan fiskal, Bapenda NTB didorong untuk mengubah pola kerja dari pasif menjadi aktif. Baiq Nelly Yuniarti menekankan bahwa pendekatan “business as usual” tidak lagi relevan.

Ia meminta seluruh jajaran Bapenda untuk turun langsung ke lapangan guna menggali potensi pajak yang selama ini belum optimal.

“Kita tidak bisa lagi hanya menunggu. Harus turun mencari potensi, karena sebenarnya banyak yang belum tergarap,” ujarnya.

Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pajak air permukaan, khususnya hotel dan usaha yang menggunakan kolam renang, serta potensi dari sektor pertambangan dan alat berat yang masih minim kontribusi.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi agar setiap aktivitas ekonomi baru langsung terintegrasi dengan sistem pajak dan retribusi.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.