Ini Hidangan Wajib Lebaran Ketupat di Lombok yang Selalu Dirindukan

Pojok NTB – Perayaan Lebaran Ketupat di Lombok bukan hanya tentang tradisi dan kebersamaan, tetapi juga tentang ragam hidangan khas yang selalu hadir dan sulit untuk dilewatkan. Momen ini menjadi ajang berkumpulnya keluarga, di mana makanan bukan sekadar pelengkap, melainkan pusat kebahagiaan yang menyatukan semua orang.

Ketupat tentu menjadi bintang utama. Dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman janur kelapa, ketupat memiliki tekstur padat namun lembut, cocok disantap dengan berbagai lauk khas. Di Lombok, ketupat bukan hanya makanan, tapi simbol perayaan itu sendiri—tanda bahwa Lebaran belum benar-benar usai.

Salah satu pasangan paling ikonik dari ketupat adalah Opor Ayam. Kuah santannya yang gurih dengan rempah yang kaya menciptakan perpaduan rasa yang begitu hangat di lidah. Setiap suapan terasa semakin nikmat saat ketupat menyerap kuah opor yang kental.

Tak kalah penting, masyarakat Lombok juga menghadirkan Sate, terutama sate ayam atau sate sapi dengan bumbu kacang yang khas. Aroma daging yang dibakar di atas bara api menambah suasana meriah, apalagi saat dinikmati bersama keluarga di pinggir pantai atau halaman rumah.

Yang membuat Lebaran Ketupat di Lombok semakin unik adalah kehadiran Pelecing Kangkung. Hidangan khas ini menghadirkan sensasi pedas segar dari sambal tomat dan cabai yang menggugah selera. Pelecing menjadi penyeimbang di tengah hidangan bersantan, memberikan rasa segar yang khas Lombok.

Selain itu, beberapa keluarga juga menyajikan Ayam Taliwang, hidangan legendaris yang terkenal dengan cita rasa pedas dan gurih. Dipadukan dengan ketupat, ayam taliwang menghadirkan pengalaman makan yang lebih berani dan penuh karakter.

Tak ketinggalan, pelengkap seperti kerupuk, sambal, dan berbagai olahan lauk lainnya turut meramaikan meja makan. Semua hidangan ini disajikan dalam suasana santai, tanpa sekat, di mana siapa pun bisa ikut menikmati.

Lebaran Ketupat di Lombok pada akhirnya bukan hanya soal tradisi, tetapi juga tentang rasa—rasa kebersamaan, kehangatan, dan kenangan yang tercipta dari setiap hidangan yang tersaji. Di balik setiap ketupat dan lauk yang dinikmati, tersimpan cerita tentang keluarga, budaya, dan identitas yang terus hidup dari generasi ke generasi.