Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana Bahas Penegakan Hukum dan Pembangunan di Unram

POJOKNTB – Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum., menyampaikan orasi ilmiah mengenai hubungan penegakan hukum dan pembangunan dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Mataram (Unram), Jumat (2/10/2026).

 

Orasi ilmiah bertajuk “Penegakan Hukum dan Pembangunan Berdampak Menuju Indonesia Berdaya Saing Global” tersebut berlangsung di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Unram.

 

Kegiatan ini mengusung tema Dies Natalis “Unram Berdampak: From Local to Global Impact”. Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Penetapan Dosen Praktisi pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum Unram kepada Asep Nana Mulyana oleh Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd.

 

Asep Nana Mulyana merupakan alumni Unram yang kini menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung RI. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi alumni dalam bidang strategis di tingkat nasional, khususnya penegakan hukum.

 

Dalam orasi ilmiahnya, Asep membahas keterkaitan penegakan hukum dengan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembahasan tersebut sejalan dengan upaya Unram memperkuat peran perguruan tinggi melalui pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi.

 

Di bidang akademik, Unram juga mencatat perkembangan kinerja riset berdasarkan data Scopus/SciVal periode publikasi 2023–2026. Universitas tersebut membukukan 1.166 publikasi dengan total 22.757 sitasi.

 

Sementara itu, indikator citations per publication dan field-weighted citation impact Unram masing-masing menempati peringkat kedua secara nasional.

 

Penguatan kinerja riset tersebut menjadi bagian dari enam agenda strategis transformasi Unram pada 2026. Agenda itu meliputi transformasi akademik berdampak, riset dan inovasi berdampak, kolaborasi global dan pengabdian berdampak, profesor berdampak, tata kelola modern dan kemandirian finansial, serta pengembangan menuju World Class University.

 

Kehadiran Wakil Jaksa Agung sekaligus penetapannya sebagai dosen praktisi juga membuka peluang penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan institusi penegak hukum.

 

Kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang bagi pengembangan kajian akademik, penelitian, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kelembagaan. Sinergi dunia akademik dan praktik penegakan hukum diharapkan turut meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.