Wamenpar Berharap Harga Tiket Pesawat ke Lombok Segera Turun

Pojok NTB – Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, mengakui tingginya harga tiket pesawat menuju Lombok masih menjadi salah satu kendala bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Seribu Masjid. Meski demikian, pemerintah terus berupaya menekan harga tiket agar perjalanan ke destinasi wisata unggulan tersebut semakin terjangkau.

Menurut Ni Luh Puspa, mahalnya tarif penerbangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi global serta kenaikan biaya operasional penerbangan, seperti avtur. Karena itu, pemerintah berharap harga tiket dapat berangsur turun pada periode berikutnya.

“Ini memang terkait dengan situasi global. Kita berharap ke depan bisa melihat ada penurunan harga tiket,” ujarnya.

Menanggapi keluhan masyarakat yang menilai harga tiket rute Jakarta–Lombok jauh lebih mahal dibandingkan Jakarta–Bali, Ni Luh menjelaskan pemerintah sebenarnya telah mengambil sejumlah langkah untuk membantu menekan tarif penerbangan, terutama selama periode liburan Juli hingga Agustus.

Ia menyebut pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah. Selain itu, biaya tertentu yang menjadi komponen operasional maskapai juga telah ditekan, termasuk kebijakan bea masuk nol persen untuk mendukung efisiensi biaya.

“Selama Juli-Agustus, pemerintah sudah berupaya membantu menekan harga tiket dengan PPN yang ditanggung pemerintah. Kemudian biaya masuk pesawat juga ditetapkan nol persen. Jadi pemerintah sudah berupaya menekan harga tiket ini,” jelasnya.

Pemerintah berharap berbagai kebijakan tersebut dapat mendorong penurunan harga tiket pesawat ke Lombok, sehingga semakin banyak wisatawan yang memilih berlibur ke NTB dan berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata daerah.