Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke NTB hanya difokuskan pada peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat. Tidak ada agenda lain yang dijadwalkan dalam kunjungan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan peresmian Bendungan Meninting merupakan bagian dari agenda Presiden untuk meresmikan sejumlah bendungan secara nasional, sementara di NTB hanya Bendungan Meninting yang masuk dalam rangkaian tersebut.
“Pak Presiden meresmikan Bendungan Meninting dan bendungan-bendungan lainnya di Indonesia. Untuk di NTB hanya satu, yaitu Bendungan Meninting,” ujarnya.
Menurut Ahsanul, rapat persiapan yang digelar bersama berbagai pihak lebih banyak membahas kesiapan penyelenggaraan acara, mulai dari penerimaan masyarakat, pengaturan tamu undangan hingga kelengkapan pendukung di lokasi.
“Yang dibahas bagaimana persiapannya, bagaimana kesiapan masyarakat menerima beliau di lokasi, pengaturan tamu undangan, dan kelengkapan lainnya,” katanya.
Ia juga memastikan tidak ada agenda kunjungan Presiden ke sekolah maupun lokasi lain selama berada di NTB. Begitu pula dengan penutupan jalan atau penyambutan khusus menggunakan kesenian daerah yang disebut tidak masuk dalam pembahasan.
“Tidak ada agenda lain. Tidak ada juga pembahasan terkait penutupan jalan maupun penyambutan khusus,” jelasnya.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat Militer Presiden, Prabowo dijadwalkan tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WITA dan berada di Bendungan Meninting selama kurang lebih satu hingga satu setengah jam.
Selain Presiden, sejumlah menteri telah tiba di NTB untuk mendampingi kunjungan kerja tersebut. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Sosial, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta beberapa menteri lainnya yang juga memiliki agenda terpisah di NTB.
“Beberapa menteri sudah datang dan mereka juga memiliki agenda masing-masing di luar kegiatan peresmian bendungan,” tutup Ahsanul.










