Bandara Lombok Siap Sambut Kedatangan Presiden Prabowo, Operasional Penumpang Dipastikan Tetap Normal

Pojok NTB – Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) memastikan seluruh persiapan kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Lombok pada Jumat (10/7/2026) telah rampung. Meski akan melayani pesawat dan helikopter kepresidenan, operasional penerbangan reguler dipastikan tetap berjalan normal tanpa mengganggu pelayanan kepada penumpang.

General Manager Bandara BIZAM, Aidhil Philip Julian, mengatakan pihaknya telah menyiapkan parking stand khusus untuk mendukung kedatangan rombongan Presiden.

“Parking stand 1 sampai dengan 6 sudah kami siapkan untuk pesawat dan helikopter kepresidenan. Seluruh konfigurasi sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu operasional pelayanan penumpang maupun maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju Lombok,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh pengaturan dilakukan sesuai prosedur tetap untuk kunjungan kepala negara. Dari sisi bandara, seluruh kebutuhan teknis disesuaikan dengan permintaan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

“Penanganan kepala negara merupakan prosedur tetap. Kami dari pihak bandara menyesuaikan seluruh permintaan yang disampaikan oleh Paspampres,” katanya.

Terkait jadwal kedatangan Presiden, Aidhil menyebut waktu pendaratan masih bersifat tentatif. Informasi resmi mengenai jadwal akan diumumkan oleh pihak penyelenggara bersama unsur pengamanan.

“Rencana sementara sekitar pukul 14.00 WITA, tetapi masih tentatif. Jadwal resminya akan diumumkan oleh penyelenggara bersama Paspampres dan Korem,” jelasnya.

Ia juga membenarkan kendaraan kepresidenan telah tiba di Lombok. Namun, kendaraan tersebut tidak digunakan untuk perjalanan dari bandara menuju lokasi kegiatan.

Menurutnya, setibanya di Bandara Lombok, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung berpindah dari pesawat kepresidenan ke helikopter untuk menuju lokasi peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat. Kendaraan kepresidenan nantinya digunakan di area lokasi kegiatan.

Sementara itu, mengenai pola perjalanan Presiden setelah acara peresmian selesai, Aidhil menyebut masih akan menyesuaikan kondisi di lapangan dan menjadi kewenangan tim pengamanan serta pemerintah daerah.

“Dari sisi bandara, kami fokus pada penyediaan fasilitas pesawat kepresidenan, helikopter, serta kelancaran pergerakan Presiden di area bandara. Untuk aktivitas di luar bandara dapat ditanyakan kepada Pemerintah Provinsi,” pungkasnya.