Train Well, Eat Well: Kolaborasi Physiolab dan Shefu Dorong Gaya Hidup Sehat di Lombok

Pojok NTB – Puluhan peserta antusias mengikuti kegiatan “Train Well, Eat Well” yang digelar melalui kolaborasi Physiolab dan Shefu di Hotel Ayom Lombok, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang diikuti 27 peserta ini menghadirkan perpaduan antara olahraga dan edukasi pola makan sehat sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Wellness Consultant Physiolab, Nadia Aprilia, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman olahraga yang berbeda dan lebih menyenangkan. Menurutnya, kegiatan olahraga tidak harus dilakukan di tempat yang sama secara berulang, melainkan dapat dikemas dalam suasana baru yang mampu membangun semangat peserta.

“Hari ini kami menggabungkan beberapa jenis olahraga menjadi satu rangkaian aktivitas yang menyenangkan. Tujuannya sederhana, supaya akhir pekan tidak membosankan dan bisa diisi dengan kegiatan yang positif. Selain berolahraga, peserta juga bisa bertemu teman baru dan membangun relasi yang lebih luas,” ujarnya.

Nadia menilai tren gaya hidup sehat dan wellness saat ini terus berkembang, termasuk di Kota Mataram dan Pulau Lombok secara umum. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diselenggarakan untuk mendukung tumbuhnya budaya hidup sehat di masyarakat.

Menurutnya, meskipun sejumlah komunitas mulai rutin menggelar kegiatan olahraga bersama, frekuensinya masih perlu ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang terlibat.

“Saya melihat kegiatan seperti ini sudah mulai banyak bermunculan, tetapi masih perlu lebih sering diadakan. Harapannya Physiolab bisa terus menghadirkan event-event serupa di berbagai lokasi dengan konsep yang menarik,” katanya.

Lebih jauh, Nadia menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar tren sesaat atau aktivitas yang dilakukan karena ikut-ikutan. Ia berharap olahraga dapat menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

“Olahraga adalah fondasi hidup. Apa pun aktivitas yang dilakukan, semuanya membutuhkan tubuh yang sehat dan bugar. Untuk bekerja, berlibur, bahkan menjalani kehidupan sehari-hari, kita memerlukan kondisi fisik yang baik. Karena itu saya berharap masyarakat mulai menjadikan olahraga sebagai kebiasaan, bukan sekadar karena tren atau FOMO,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang baru ingin memulai berolahraga, Nadia menyarankan untuk tidak takut mencoba berbagai jenis olahraga hingga menemukan aktivitas yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya membangun konsistensi melalui pembentukan kebiasaan. Menurutnya, seseorang perlu disiplin menjalani rutinitas olahraga selama beberapa minggu hingga akhirnya menjadi bagian dari gaya hidup

“Untuk pemula tidak masalah mencoba berbagai jenis olahraga. Dari sana mereka bisa menemukan olahraga yang paling cocok. Sedangkan untuk konsisten, kuncinya adalah membangun kebiasaan. Biasanya jika seseorang mampu bertahan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, aktivitas tersebut akan menjadi rutinitas yang lebih mudah dijalankan,” ungkapnya.

Sementara itu, Head Chef Shefu, Shita Kamala, menegaskan bahwa pola makan memiliki peran yang sama pentingnya dengan olahraga dalam menjaga kesehatan tubuh. Melalui tema “Train Well, Eat Well”, Shefu ingin menunjukkan bahwa hasil latihan fisik tidak akan optimal tanpa didukung asupan makanan yang tepat.

“Kalau olahraga sudah dilakukan dengan serius tetapi pola makan tidak dijaga, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu setiap event seperti ini menjadi tantangan bagi kami untuk menghadirkan makanan yang bukan hanya lezat, tetapi juga sehat dan sesuai kebutuhan tubuh,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Shefu menghadirkan konsep menu bertajuk “Wellness Escape” yang terdiri dari berbagai sajian sehat dengan kandungan gizi yang telah diperhitungkan. Menu yang disajikan antara lain shirataki noodles, gejrot steamed tofu, sweet toast berbahan brown bread dan buah naga, green juice, serta coconut mint water yang diberikan setelah sesi olahraga pagi.

Seluruh sajian tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi peserta tanpa mengabaikan cita rasa. Total asupan yang diberikan kepada peserta dalam rangkaian kegiatan tersebut mencapai sekitar 500 kalori, termasuk minuman air kelapa yang disajikan setelah aktivitas fisik.

Menurut Shita, kesadaran terhadap makanan yang dikonsumsi menjadi langkah awal yang penting dalam membangun gaya hidup sehat. Ia menilai banyak orang masih berfokus pada diet secara instan tanpa memahami kebutuhan nutrisi tubuh.

“Kami ingin mengajak masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka makan. Ketika seseorang memahami makanan yang masuk ke tubuhnya, maka ia akan lebih mudah menentukan pilihan yang baik bagi kesehatannya. Kesadaran itu yang ingin kami bangun terlebih dahulu,” ujarnya.

Ke depan, Shita berharap gaya hidup sehat dan budaya wellness dapat terus berkembang serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kalangan muda tetapi juga kelompok usia lanjut.

“Harapan kami wellness lifestyle ini bisa terus tumbuh dan dinikmati semua kalangan. Tidak hanya anak muda, tetapi juga orang tua agar mereka tetap aktif, kuat, dan sehat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Penulis: HayyanEditor: Hayyan