BPPD NTB Siapkan Lombok Sumbawa Travel Fair untuk Dorong Pariwisata Dunia

Pojok NTB – Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, menyebut keikutsertaan NTB dalam ajang Bali & Beyond Travel Fair 2026 menjadi langkah penting untuk memperkuat promosi pariwisata Nusa Tenggara Barat di pasar internasional.

Dalam ajang tersebut, BPPD NTB bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB menghadirkan Pavilion Lombok yang diikuti sekitar 14 pelaku industri pariwisata, mulai dari hotel hingga travel agent. Pavilion tersebut mengusung tema terakota yang menonjolkan unsur budaya lokal NTB.

Menurut Sahlan, konsep terakota dipilih untuk memperkenalkan bahwa Lombok tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang menjadi daya tarik wisata tersendiri.

“Kami ingin memperlihatkan kepada buyers yang datang bahwa Lombok bukan hanya soal alam, tetapi juga budaya yang kami tampilkan melalui konsep terakota di booth NTB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi geopolitik dan ekonomi global saat ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi industri pariwisata dunia. Namun demikian, NTB tetap optimistis dengan menerapkan strategi promosi yang menekankan bahwa Indonesia merupakan destinasi wisata yang aman dan nyaman untuk dikunjungi.

Selain faktor keamanan, NTB juga terus memperkenalkan berbagai potensi wisata unggulan yang dimiliki, mulai dari wisata alam, budaya, sport tourism hingga wellness tourism.

Menurutnya, keberagaman produk wisata tersebut menjadi kekuatan utama NTB untuk menarik wisatawan mancanegara. Bahkan, BPPD NTB mulai membuka peluang pasar baru dari negara-negara yang selama ini belum menjadi pasar utama Lombok, salah satunya Slovakia.

Sahlan mengatakan wisatawan asal Slovakia memiliki potensi besar karena dikenal memiliki tingkat pengeluaran wisata yang cukup tinggi. Dalam BBTF 2026, pihaknya juga melakukan pertemuan bisnis dengan sejumlah agen perjalanan dari Slovakia agar lebih serius memasarkan destinasi Lombok dan Sumbawa.

“Slovakia menjadi salah satu pasar potensial yang ingin kami garap lebih dalam karena kualitas wisatawannya cukup baik dan spending-nya tinggi,” katanya.

Saat ditanya mengenai negara penyumbang wisatawan terbesar ke Lombok, Sahlan menyebut Australia dan Malaysia masih menjadi pasar utama wisata NTB. Menurutnya, kedua negara tersebut memiliki antusiasme tinggi terhadap destinasi wisata Lombok sehingga para buyers dari negara tersebut juga aktif mendatangi booth NTB untuk mencari informasi dan melakukan transaksi paket wisata.

Ia menegaskan promosi pariwisata akan terus diperkuat agar pertumbuhan sektor wisata NTB tetap terjaga di tengah tantangan global.

Lebih lanjut, Sahlan mengungkapkan bahwa NTB tengah menyiapkan sebuah event pariwisata berskala besar yang konsepnya mirip dengan BBTF. Event tersebut nantinya diberi nama Lombok Sumbawa Travel Fair atau LSTF.

Menurutnya, gagasan tersebut sebenarnya sudah mulai dirancang sejak dua hingga tiga tahun terakhir dengan melibatkan berbagai asosiasi pariwisata di NTB seperti ASITA, PHRI, ASTINDO, ASPI dan asosiasi lainnya.

Selama ini, masing-masing asosiasi memiliki agenda dan event sendiri-sendiri. Karena itu, BPPD NTB berinisiatif menyatukan seluruh kekuatan industri pariwisata dalam satu event besar agar dampak promosinya lebih maksimal.

“Konsepnya sudah ada, namanya juga sudah kami siapkan, yaitu Lombok Sumbawa Travel Fair. Diskusi dengan asosiasi sudah dilakukan, tinggal tahap eksekusi,” jelasnya.

Ia berharap event tersebut bisa mulai direalisasikan tahun depan meskipun dalam skala yang masih terbatas. Namun, langkah itu diyakini menjadi awal penting bagi NTB untuk membangun pameran pariwisata kelas dunia di Lombok dan Sumbawa.