Gubernur NTB Target Jalan Lenangguar–Lunyuk Rampung Akhir Mei 2026

Pojok NTB – Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pembangunan jalan di Nusa Tenggara Barat ke depan tidak hanya berfokus pada pengaspalan, tetapi juga harus mengutamakan mitigasi bencana dan perlindungan akses ekonomi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat Gubernur NTB meninjau langsung progres penanganan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa, Sabtu (9/5/2026). Ruas tersebut menjadi jalur strategis penghubung wilayah selatan Sumbawa yang menopang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Dalam peninjauan lapangan, Miq Iqbal melihat langsung kondisi badan jalan, titik rawan longsor, sistem drainase, hingga penguatan lereng di sejumlah lokasi. Sejumlah alat berat juga tampak bekerja melakukan pembersihan material longsor, pemasangan bronjong, serta penataan drainase di titik rawan pergeseran tanah.

Gubernur meminta seluruh proses penanganan dipercepat dan ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.

“30 Mei ini harus bisa selesai semua. Jangan sampai lewat lagi. Kalau bisa akhir bulan ini sudah siap,” tegasnya.

Saat meninjau salah satu titik longsor, Miq Iqbal menyoroti kondisi lereng yang labil sebagai penyebab utama kerusakan jalan di kawasan tersebut. Menurutnya, longsor yang menimbun badan jalan kerap mengganggu akses masyarakat dan aktivitas ekonomi warga.

“Kalau melihat struktur jalan di sini, persoalan utamanya ada pada lereng yang labil. Longsor menimbun badan jalan dan mengganggu akses masyarakat. Karena itu titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani lebih dulu,” ujarnya.

Ia menilai banyak kerusakan jalan selama ini terjadi akibat minimnya saluran drainase dan lemahnya antisipasi terhadap potensi longsor. Karena itu, pembangunan infrastruktur jalan harus disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah.

“Sekarang ini drainase wajib dalam desain jalan. Jangan hanya membangun badan jalannya saja, tetapi juga harus menghitung aliran air, kondisi lereng, dan risiko longsor di sekitarnya,” katanya.

Gubernur juga meminta pengawas jalan tidak hanya memeriksa kondisi permukaan jalan, tetapi ikut memantau potensi kerusakan di sisi kiri dan kanan jalan yang dapat membahayakan pengguna.

“Kalau kerusakan ditangani sejak awal, biayanya tidak besar. Tapi kalau dibiarkan sampai parah, anggarannya bisa ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ujarnya.

Selain fokus pada mitigasi bencana, Miq Iqbal menegaskan ruas Lenangguar–Lunyuk memiliki peran penting bagi distribusi hasil pertanian masyarakat di wilayah selatan Sumbawa. Ia bahkan meminta percepatan penanganan di salah satu titik yang dinilai membahayakan kendaraan pengangkut hasil panen.

“Ini berbahaya untuk pengendara, apalagi saat panen raya ketika truk pengangkut hasil pertanian melintas. Kalau bisa besok sudah mulai persiapannya dan minggu depan mulai dikerjakan,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, jajaran teknis Dinas PUPR NTB memastikan percepatan pekerjaan terus dilakukan agar target penyelesaian akhir Mei 2026 dapat tercapai.

Ruas Lenangguar–Lunyuk sendiri merupakan bagian dari proyek long segment jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa dengan panjang penanganan sekitar 61 kilometer. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi NTB dengan nilai sekitar Rp19 miliar.