BAZNAS RI Hadirkan Balai Ternak di Lombok Tengah, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Mustahik

POJOKNTB.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Balai Ternak. Salah satu implementasinya hadir di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

 

Balai Ternak tersebut merupakan titik ke-59 dari total 70 lokasi program serupa yang dikembangkan BAZNAS RI di berbagai daerah di Indonesia. Program ini dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyasar langsung para mustahik.

 

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa program Balai Ternak tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.

 

“Kami ingin memastikan bahwa program Balai Ternak ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mustahik, bukan sekadar laporan administratif. Dan kami melihat langsung bahwa program ini memang berdampak positif,” ujar Sodik saat kunjungan di Lombok Tengah, Kamis 23 April 2026.

 

Dalam pelaksanaannya, program Balai Ternak di Lombok Tengah melibatkan 30 peternak mustahik dengan total 57 ekor sapi Bali. Komposisi ternak tersebut terdiri dari satu pejantan, 29 indukan, serta 27 sapi bakalan jantan.

 

BAZNAS RI mengalokasikan total bantuan sebesar Rp806.250.000 untuk program ini, dengan rata-rata unit cost mencapai Rp26.875.000 per peternak. Bantuan tersebut mencakup pembangunan kandang, rumah pakan, rumah kompos, penyediaan ternak dan pakan, hingga penguatan sistem peternakan terintegrasi.

 

Program ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan para peternak. “Alhamdulillah, pendapatan peternak meningkat sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan. Bahkan ada potensi tambahan dari pengolahan kompos serta akses pemasaran yang semakin luas,” jelas Sodik.

 

Lebih lanjut, BAZNAS RI akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan program Balai Ternak di berbagai wilayah, termasuk membuka peluang penambahan lokasi baru di NTB. Indikator keberhasilan program ini akan diukur dari perkembangan usaha serta dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

 

Sodik juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi NTB serta pemerintah daerah yang telah mendukung keberhasilan program tersebut. Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas dampak program.

 

“Kami membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pasar, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat dan peningkatan ekonomi desa,” tambahnya.

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi sekaligus Pembina Wilayah NTB H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2013–2015 Prof. Dr. H. Hamdan Zoelva, S.H., M.H., Ketua BAZNAS Provinsi NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A.,.