Keputusan mengejutkan datang dari proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Nama Abdul Chair resmi terpilih sebagai Sekda NTB, mengungguli sejumlah kandidat lokal yang sebelumnya digadang-gadang memiliki peluang besar.
Hal ini juga dibenarkanKabiro Umum Provinsi NTB, Yus Harudian Putra, “jam 16.30 hari ini di Pendopo Tengah Gubernur,” katanya saat dihubungi via telpon, 9 April 2026.
Sementara itu, Abdul Chair yang saat ini menjabat sebagai Kepala BPKP Perwakilan Jawa Timur dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman nasional yang kuat, terutama dalam bidang pengawasan keuangan dan tata kelola pemerintahan.
Sejak awal, proses seleksi Sekda NTB diikuti oleh sejumlah pejabat internal daerah yang telah lama berkarier di birokrasi NTB. Nama-nama lokal bahkan sempat dianggap lebih memahami dinamika daerah serta memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.
Namun, keputusan akhir justru mengarah pada figur eksternal. Terpilihnya Abdul Chair menandai bahwa pertimbangan profesionalitas, rekam jejak nasional, dan pengalaman strategis menjadi faktor dominan dalam penentuan posisi birokrasi tertinggi di daerah tersebut.
Langkah ini sekaligus mengubah peta persaingan yang sebelumnya didominasi oleh kandidat internal.
Sebagai pejabat di lingkungan BPKP, Abdul Chair dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengawasan keuangan negara, audit, serta penguatan sistem tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan NTB ke depan, terutama dalam memperkuat transparansi, efisiensi anggaran, serta memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran.
Penunjukan Sekda dari luar daerah tentu membawa dua sisi. Di satu sisi, hadirnya perspektif baru diharapkan mampu mendorong reformasi birokrasi dan mempercepat peningkatan kinerja pemerintahan daerah.
Namun di sisi lain, tantangan adaptasi terhadap kultur birokrasi lokal serta dinamika politik daerah juga tidak bisa diabaikan.
Abdul Chair dituntut untuk segera membangun komunikasi yang solid dengan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekaligus merangkul para kandidat yang sebelumnya ikut dalam proses seleksi.
Pengangkatan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mulai membuka ruang lebih luas bagi figur-figur dengan kompetensi nasional untuk mengisi posisi strategis.
Bagi NTB, momentum ini bisa menjadi titik awal transformasi birokrasi menuju tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Kini, publik menanti langkah konkret Abdul Chair dalam menjalankan peran barunya sebagai Sekda—jabatan kunci yang menjadi motor penggerak roda pemerintahan daerah.












