Pojok NTB – Kabar duka datang dari misi perdamaian Indonesia di Timur Tengah. Seorang prajurit TNI, Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon Selatan, di tengah memanasnya konflik di wilayah tersebut.
Prajurit dengan pangkat Prajurit Kepala (Praka) itu dilaporkan tewas akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di Adshit al-Qusyar, Minggu (29/03). Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di markas sektor timur UNIFIL sambil menunggu proses pemulangan ke Indonesia dengan bantuan KBRI Beirut.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa Praka Farizal merupakan bagian dari Satgas Batalyon Mekanis TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.
Dalam insiden tersebut, tiga prajurit lainnya juga menjadi korban. Rico Pramudia mengalami luka berat, sementara Bayu Prakoso dan Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Dua prajurit dengan luka ringan kini dirawat di Rumah Sakit Level I UNIFIL, sedangkan satu korban luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk penanganan lanjutan.
Insiden tragis ini memicu reaksi keras dari pemerintah Indonesia. Melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Indonesia mengecam serangan tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan, yang semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan tersebut.












