Pojok NTB – Pemerintah menggelontorkan anggaran jumbo untuk menjalankan Program Sekolah Rakyat mulai 2026. Setiap siswa mendapatkan pembiayaan penuh hingga Rp4 juta per bulan, mencakup pendidikan, asrama, konsumsi, serta pembinaan karakter.
Program ini menyasar ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sistem pendidikan berasrama untuk memastikan anak-anak dari kelompok rentan tidak lagi terhambat biaya, jarak, dan akses layanan dasar.
Dengan skema pendanaan penuh dari negara, Sekolah Rakyat menjadi salah satu intervensi sosial terbesar di sektor pendidikan. Pemerintah menargetkan program ini mampu memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi yang selama ini membelenggu jutaan keluarga prasejahtera.
Selain penguatan akademik, Sekolah Rakyat juga membekali siswa dengan pendidikan karakter, keterampilan hidup, serta pembinaan mental. Pemerintah berharap lulusan Sekolah Rakyat tampil sebagai generasi mandiri, berdaya saing, dan siap memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Langkah ini melengkapi berbagai program perlindungan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, dan beasiswa pendidikan, yang disatukan dalam satu ekosistem pembangunan manusia berkelanjutan.













