Pojok NTB – Bank NTB Syariah terus memperluas program digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi layanan pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi para pelaku usaha kecil.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengatakan bahwa digitalisasi pasar rakyat ini ditujukan untuk mengubah pola transaksi tunai yang selama ini mendominasi aktivitas jual beli di pasar tradisional.
Nazaruddin menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam penerapan transaksi non-tunai di pasar rakyat adalah kebutuhan pedagang terhadap perputaran modal kerja yang cepat.
“Kendala paling besar di pasar tradisional itu modal kerja. Banyak pedagang khawatir kalau uang hasil transaksi non-tunai masuknya enam sampai dua belas jam, mereka tidak bisa langsung belanja untuk stok selanjutnya,” ungkapnya.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Bank NTB Syariah menegaskan bahwa sistem QRIS yang digunakan telah dirancang untuk memproses transaksi secara real time.
“QRIS kita itu on time. Begitu pembayaran dilakukan, saldonya langsung masuk. Jadi mereka tidak kehilangan kesempatan untuk berbelanja lagi,” tegas Nazaruddin.
Selain itu, pedagang juga dapat menarik uang melalui ATM terdekat atau melakukan transfer sesuai kebutuhan.
“Ini membuat transaksi non-tunai semakin praktis dan menguntungkan bagi pelaku usaha kecil,” tambahnya.
Hingga saat ini, sebanyak 129 pedagang di salah satu pasar telah mengikuti program digitalisasi sebagai proyek percontohan. Bank NTB Syariah menargetkan perluasan program ini ke empat pasar berikutnya.
“Kita akan segera masuk ke empat pasar lagi. Di antaranya Pasar Pagesangan, Pasar Bertais, dan dua pasar lainnya yang sedang dalam finalisasi,” jelasnya.
Meski demikian, Nazaruddin mengakui bahwa mengubah pola transaksi tunai di pasar tradisional tidaklah mudah. Namun ia yakin, dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, adopsi digitalisasi akan terus meningkat.
“Memang tidak mudah mengubah pola transaksi di pasar tradisional. Tapi dengan kemudahan yang ditawarkan, kami optimis digitalisasi ini akan semakin diterima,” ujarnya.
Bank NTB Syariah berharap kehadiran sistem pembayaran digital akan memperkuat efisiensi, mempercepat perputaran ekonomi, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil di Nusa Tenggara Barat.












