Gubernur NTB Jadi Pembicara di Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif 2026

Pojok NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026. Dalam forum internasional tersebut, Iqbal akan menyampaikan pandangan mengenai strategi membuka potensi ekonomi kreatif daerah agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Dr. H. Abdul Malik, S.P., M.AP., M.H., menjelaskan bahwa WCCE merupakan forum internasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, investor, komunitas, dan organisasi internasional untuk membahas pengembangan ekonomi kreatif.

Pada WCCE 2026, Gubernur NTB akan tampil dalam sesi panel pleno bertajuk Creative Potential in Region atau membuka potensi ekonomi kreatif dari daerah, yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026.

Sesi ini akan membahas bagaimana potensi lokal, mulai dari kekayaan budaya, talenta kreatif, hingga pengetahuan tradisional, dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan dampak lebih luas.

Keterlibatan Gubernur NTB menjadi penting karena setiap daerah memiliki karakteristik dan keunggulan ekonomi kreatif yang berbeda. Tantangannya bukan sekadar memperkenalkan kreativitas kepada masyarakat daerah, melainkan membangun ekosistem agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

Dalam forum tersebut, Iqbal akan memberikan perspektif mengenai upaya menghubungkan potensi ekonomi kreatif NTB dengan pasar yang lebih luas, jejaring internasional, serta berbagai peluang pengembangan.

Pengembangan ekonomi kreatif daerah membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari kepemimpinan pemerintah daerah, infrastruktur, konektivitas, kebijakan, teknologi, hingga investasi dan akses pasar.

Dengan dukungan tersebut, talenta lokal dan produk kreatif daerah diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya.

WCCE 2026 merupakan penyelenggaraan kelima konferensi dunia tersebut, dengan mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” atau Kreatif secara Inklusif: Keberlanjutan Kolektif.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan antarnegara, tetapi juga sarana memperkuat kerja sama internasional, membuka peluang investasi, serta memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif.

Bagi NTB, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong agar kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Melalui keterlibatan dalam WCCE 2026, pengembangan ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga tumbuh dari daerah dengan memanfaatkan keunggulan lokal sebagai fondasi menuju pasar global.