Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan persiapan lebih awal untuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, persiapan tahun ini tidak ingin dilakukan secara terburu-buru seperti tahun-tahun sebelumnya yang kerap baru dikerjakan satu hingga dua bulan sebelum balapan.
“Kita ingin tahun ini melakukan persiapan lebih dini. Hari ini kita ingin lebih dini melakukan persiapan-persiapan, khususnya persiapan yang langsung terkait dengan penyelenggaraan MotoGP 9–11 Oktober,” ujar Gubernur NTB.
Menurutnya, sejumlah hal mendasar, termasuk persoalan hosting fee, sudah terselesaikan atau masih dalam proses penyelesaian. Karena itu, pemerintah kini mulai fokus pada berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan.
Gubernur juga meminta seluruh pihak melakukan stocktaking atau inventarisasi terhadap kesiapan MotoGP, mulai dari persoalan yang masih tersisa hingga pembagian tanggung jawab.
“Nanti kita bikin checklist. Apa saja masalahnya, lalu kita langsung bagi tugas, siapa penanggung jawab untuk masing-masing masalah. Kita beri waktu dua minggu. Kalau tidak selesai, kita eskalasikan ke atas untuk penyelesaiannya,” tegasnya.
Setiap MotoGP Harus Siap Jika Presiden Hadir
Gubernur menegaskan, seluruh pihak harus mempersiapkan MotoGP dengan standar terbaik, termasuk dengan skenario apabila Presiden Republik Indonesia hadir.
Ia mengatakan, kehadiran Presiden dalam ajang MotoGP tidak boleh diasumsikan pasti, namun kesiapan tetap harus dilakukan sejak awal.
“Saya tidak mengatakan bahwa Presiden akan hadir. Tetapi di setiap MotoGP kita harus mempersiapkan dengan skenario Presiden akan hadir,” katanya.
Menurutnya, kesempatan tersebut tidak selalu datang dua atau tiga kali. Karena itu, penyelenggaraan MotoGP harus dipersiapkan sebaik mungkin karena berkaitan dengan keberlanjutan ajang balap internasional tersebut di Mandalika.
Dampak Ekonomi Capai Rp4,96 Triliun
Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan MotoGP Mandalika kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai balapan selama tiga hari.
Menurutnya, MotoGP telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari tenaga kerja, hotel, transportasi, UMKM hingga pariwisata.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan lembaga dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), penyelenggaraan MotoGP pada 2023 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp4,96 triliun.
“Jadi MotoGP sekarang ini bukan hanya sekadar race atau balapan tiga hari, tapi kita sedang menciptakan ekosistem di mana MotoGP ini melibatkan banyak hal,” ujar Ahmad.
Ia menyebut ribuan orang juga terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP, termasuk sekitar 3.000 volunteer dan marshal. Selain itu, sekitar 600 UMKM turut terlibat.
Dari sisi promosi, dampaknya juga sangat besar. Ahmad menyebut sekitar 200 stasiun televisi dari berbagai negara menyiarkan MotoGP Mandalika, dengan potensi jangkauan lebih dari 60 juta penonton dunia.
Menurutnya, kondisi tersebut ikut mengubah cara dunia mengenal Indonesia.
“Kalau dulu orang ditanya, ‘Where are you from?’ saya jawab, ‘Saya dari Indonesia.’ ‘Oh, Bali.’ Tapi sekarang enggak. ‘Where are you from?’ ‘Indonesia.’ Jawabannya adalah Mandalika,” katanya.
MotoGP 2026 Usung Konsep Beyond Grand Prix
Untuk penyelenggaraan tahun ini, MotoGP Mandalika juga akan dikemas dengan konsep yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan balapan, tetapi sekaligus memperkenalkan potensi wisata NTB.
Konsep yang diusung yakni “Beyond Grand Prix, Discover Paradise.”
Ahmad mengatakan, sejumlah atraksi dan kegiatan tambahan akan disiapkan, termasuk kemungkinan penambahan area glamping dan berbagai event pendukung.
Sementara tema MotoGP kali ini adalah “The Rise of Indonesian Heroes.”
Menurut Ahmad, MotoGP Mandalika juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet balap Indonesia yang mampu tampil di panggung dunia.
Ia mencontohkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang kini mampu bersaing di level internasional. Menurutnya, keberadaan Sirkuit Mandalika menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang dapat mendorong lahirnya talenta-talenta baru Indonesia.
“Ini adalah local heroes yang kita ciptakan hasil daripada latihan-latihan dan kita memiliki sirkuit di Mandalika,” ujarnya.
Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pun didorong untuk menjadikan MotoGP Mandalika 2026 sebagai momentum memperkuat pariwisata, ekonomi daerah dan promosi NTB di tingkat dunia.
#IndonesiaMendunia dan #MandalikaMendunia menjadi semangat yang diusung dalam persiapan MotoGP Mandalika tahun ini.












