Lalu Dafa Maulana Jadi Atlet Sepatu Roda NTB Pertama Raih Medali di China

Pojok NTB – Lalu Dafa Maulana Rahman, atlet sepatu roda asal NTB dari Mandalika Inlineskate di bawah binaan Coach Yoyo, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di China.

Dafa berangkat ke China bersama sejumlah atlet yang tergabung dalam Tim Nasional Sepatu Roda Indonesia untuk mengikuti China-Asean Inline Speed Competition. Kejuaraan tersebut diikuti sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, dan China.

Setelah melalui persaingan panjang mulai dari babak penyisihan, quarterfinal, semifinal hingga final, Dafa berhasil membawa pulang satu medali emas dan dua medali perak.

Medali emas diraih Dafa pada nomor relay 3.000 meter, sementara dua medali perak diraih pada nomor 200 meter dan 500 meter.

Prestasi tersebut semakin membanggakan karena Dafa sempat mengalami insiden terjatuh saat menjalani sesi coba lapangan. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk tampil maksimal dalam pertandingan.

Coach Yoyo yang mendampingi Dafa selama kejuaraan di China mengatakan, keberangkatan kali ini awalnya tidak dibebani target medali. Mereka datang ke China lebih untuk mencari pengalaman dan menguji kemampuan menghadapi atlet-atlet dari berbagai negara.

“Dalam keberangkatan ke China ini kita tidak membawa target apa pun. Kami memang ingin mencari pengalaman bertanding di negeri China, karena ini merupakan kali pertama kami mengikuti pertandingan sampai ke China dan menghadapi atlet-atlet hebat dari negara lain,” ujar Coach Yoyo.

Menurutnya, raihan tiga medali yang diperoleh Dafa menjadi sebuah kejutan sekaligus buah dari kerja keras selama menjalani latihan dan pertandingan.

“Ternyata Tuhan memberikan rezeki kepada Dafa dengan meraih satu medali emas dan dua medali perak. Dafa layak mendapatkannya karena dia sudah berjuang luar biasa selama latihan maupun saat pertandingan,” katanya.

Selain Dafa, NTB juga mengirim atlet asal Lombok Barat, Alwan Wathoni, dalam kejuaraan tersebut. Alwan harus puas finis di posisi keempat pada nomor 10.000 meter eliminasi, serta menempati posisi ketujuh pada nomor 200 meter dan 500 meter.

Meski belum berhasil meraih medali, Coach Yoyo menilai pengalaman tersebut sangat penting bagi perkembangan Alwan. Pasalnya, kejuaraan di China menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi berskala internasional di negara tersebut.

“Tidak masalah, karena ini juga menjadi awal bagi Alwan mengikuti pertandingan sebesar ini di negeri China. Semoga setelah ini kita bisa memberangkatkan lebih banyak atlet untuk mengikuti kejuaraan di negara-negara lain,” pungkasnya.