Pojok NTB – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mengintensifkan promosi ajang MotoGP Mandalika yang akan digelar tahun ini. Promosi dilakukan secara masif, baik melalui media offline maupun digital, untuk mendorong peningkatan penjualan tiket sejak jauh hari.
Kepala Disparekraf NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan MotoGP merupakan event olahraga bertaraf internasional yang memiliki dampak besar terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Karena itu, seluruh pihak didorong untuk ikut menyukseskan promosi ajang tersebut.
“Ini bukan event lokal atau nasional, tetapi event akbar internasional. Karena itu kami terus membantu promosi, baik secara offline maupun online agar gaung MotoGP semakin luas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari promosi, Disparekraf NTB telah membuka stan informasi di lokasi kegiatan serta memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau calon penonton dari dalam maupun luar negeri.
Ahmad mengungkapkan, hingga saat ini tren penjualan tiket MotoGP menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, peningkatan penjualan mulai terlihat setelah digelarnya berbagai kegiatan promosi, termasuk menghadirkan pebalap Indonesia Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama dalam rangkaian roadshow di Jakarta.
“Alhamdulillah progres penjualan tiket mulai mengalami peningkatan. Mudah-mudahan tren ini terus berlanjut hingga pelaksanaan MotoGP,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu evaluasi dari penyelenggaraan MotoGP pada tahun-tahun sebelumnya adalah penjualan tiket yang sering dimulai terlalu dekat dengan hari pelaksanaan. Tahun ini, persoalan tersebut diantisipasi dengan meluncurkan penjualan tiket sekitar empat bulan sebelum balapan berlangsung.
Menurut Ahmad, waktu promosi yang lebih panjang memberikan peluang lebih besar untuk meningkatkan jumlah penonton sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung pariwisata di NTB.
“Pemerintah Provinsi NTB bersama ITDC dan InJourney telah berkoordinasi sejak awal. Peluncuran tiket yang dilakukan empat bulan sebelum acara menjadi momentum yang harus kita optimalkan, baik untuk promosi maupun kesiapan daerah sebagai tuan rumah,” tutupnya.












