Pojok NTB – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM dan optimalisasi pajak air permukaan menjadi dua fokus utama dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikannya usai menghadiri pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Nusa Tenggara Barat. Menurut Bima, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah apabila dikelola secara optimal.
“APPSI fokus pada dua agenda besar, yaitu bagaimana meningkatkan potensi pendapatan daerah melalui penguatan UMKM, dan yang kedua terkait pajak air permukaan. Dua hal ini jika mendapat perhatian serius akan memberikan kontribusi nyata terhadap PAD,” ujarnya.
Bima menilai NTB menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil membangun ekosistem pemberdayaan UMKM. Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal patut diapresiasi karena mampu mendorong pertumbuhan pelaku usaha lokal.
Selain itu, pembahasan mengenai pajak air permukaan masih terus dilakukan pemerintah. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara target peningkatan pendapatan daerah dengan prinsip pembangunan berkelanjutan agar kebijakan yang diambil tidak membebani masyarakat maupun dunia usaha.
Di sisi lain, Bima juga menyinggung penyesuaian kebijakan transfer ke daerah (TKD) yang akan berdampak terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk komposisi belanja pegawai.
Menurutnya, pemerintah pusat memahami masih banyak daerah yang belum mampu memenuhi ketentuan ideal belanja pegawai, sehingga diperlukan masa transisi yang akan diatur lebih lanjut dalam regulasi pemerintah.
“Kami memberikan berbagai masukan kepada Kementerian Keuangan agar kebijakan yang disusun mempertimbangkan kondisi riil daerah, mulai dari belanja pegawai, pembangunan infrastruktur hingga pemenuhan standar pelayanan minimal,” katanya.
Bima berharap kebijakan fiskal ke depan dapat membuat struktur APBD daerah menjadi lebih kuat dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap iklim pembangunan di NTB. Menurutnya, keberhasilan daerah ini tidak lepas dari kesinambungan kepemimpinan, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, serta dukungan potensi alam yang dimiliki.
“Saya melihat NTB memiliki modal yang sangat baik. Ada kesinambungan dari para pemimpin sebelumnya, kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha berjalan dengan baik, ditambah potensi alam yang luar biasa. Ini menjadi kekuatan besar untuk terus mendorong pembangunan daerah,” pungkasnya.












