Pojok NTB – Ajang lari ultra trail internasional Rinjani 100 2026 semakin dekat. Tanda-tandanya sudah terlihat sejak pertengahan pekan ini, ketika ratusan pelari dari dalam dan luar negeri mulai memadati Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok.
Sejak Rabu (29/4/2026), arus kedatangan peserta terus meningkat. Hingga Kamis (30/4/2026), sekitar 200 runner tercatat telah tiba, datang dari berbagai negara dan kota seperti Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jakarta, hingga Surabaya. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa event bergengsi ini kembali menarik perhatian komunitas lari dunia.
Penanggung jawab transportasi runner, Ahmad Rizqon Sani, menjelaskan bahwa mayoritas peserta yang sudah tiba merupakan pelari kategori jarak jauh. Mereka akan berlaga di nomor 162 kilometer, 100 kilometer, dan 60 kilometer—kategori yang dikenal paling menantang dalam Rinjani 100.
Sementara itu, kategori 36 kilometer yang menjadi favorit dengan jumlah peserta terbanyak diperkirakan baru akan dipadati pelari pada Jumat hingga Sabtu. Hal ini menyesuaikan dengan jadwal start yang berlangsung Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Setibanya di Lombok, sebagian besar runner langsung menuju kawasan Sembalun, yang menjadi pusat kegiatan sekaligus titik akomodasi peserta. Puncak kedatangan diprediksi terjadi menjelang hari pelaksanaan lomba pada 1–3 Mei 2026.
Antusiasme peserta juga terlihat dari pengakuan Daniel Meiza, pelari asal Pekanbaru yang untuk pertama kalinya mengikuti Rinjani 100. Ia akan turun di kategori 36 kilometer dan mengaku tak sabar merasakan pengalaman berlari di kaki Gunung Rinjani.
“Ini pengalaman pertama saya ikut event seperti ini. Sangat antusias karena bisa lari langsung di kawasan Rinjani yang terkenal indah,” ungkapnya.
Ia mengaku telah melakukan berbagai persiapan, terutama dalam meningkatkan stamina dan berlatih di medan berbukit. Targetnya sederhana: menyelesaikan lomba dengan lancar.
Untuk memastikan kenyamanan peserta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB turut melakukan penyambutan langsung di bandara. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memberikan kesan pertama yang hangat bagi para pelari internasional.
Selain itu, berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan, mulai dari layanan shuttle publik dan privat hingga koordinasi dengan pihak bandara untuk mempermudah mobilitas peserta.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan lintas sektor, Rinjani 100 2026 diharapkan tak hanya berjalan lancar, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para runner yang datang dari berbagai penjuru dunia.












