5.798 Jamaah Haji NTB Siap Berangkat ke Tanah Suci 2026

Pojok NTB – Sebanyak 5.798 jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat dipastikan akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Kepastian ini menyusul dirilisnya jadwal resmi pemberangkatan dan pemulangan jamaah melalui embarkasi Lombok oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam jadwal tersebut, proses keberangkatan jamaah dibagi ke dalam 15 kelompok terbang (kloter). Kloter pertama dijadwalkan masuk asrama pada 21 April 2026 dan mulai diberangkatkan pada 22 April 2026. Sementara kloter terakhir akan berangkat pada 10 Mei 2026. Seluruh jamaah akan diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan berbeda di setiap kloter.

Mayoritas jamaah diberangkatkan menuju Bandara Madinah sebelum melanjutkan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Namun, beberapa kloter juga langsung menuju Jeddah sesuai dengan pengaturan teknis perjalanan haji tahun ini. Setiap kloter rata-rata diisi sekitar 389 jamaah, didampingi oleh petugas haji yang terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Secara keseluruhan, jumlah jamaah dan petugas mencapai 5.860 orang.

Pemberangkatan ini menjadi momentum penting bagi ribuan calon jamaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima. Persiapan terus dimatangkan, baik dari sisi administrasi, kesehatan, maupun pembekalan manasik haji yang telah dilakukan sebelumnya.

Sementara itu, jadwal pemulangan jamaah haji NTB dijadwalkan mulai 1 Juni hingga 21 Juni 2026. Jamaah akan kembali secara bertahap melalui Bandara Jeddah dan Madinah sebelum tiba kembali di Indonesia melalui embarkasi Lombok. Pemerintah memastikan seluruh proses pemulangan akan berjalan tertib dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental jamaah, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem. Jamaah diimbau untuk menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta mematuhi seluruh ketentuan selama menjalankan ibadah haji.

Dengan jumlah jamaah yang mencapai ribuan orang, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.

Diharapkan, seluruh jamaah haji asal NTB tahun 2026 dapat meraih predikat haji mabrur, serta membawa dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar setelah kembali dari Tanah Suci.