Pojok NTB – Harapan baru hadir bagi anak-anak korban kekerasan di Nusa Tenggara Barat. Lembaga Perlindungan Anak NTB memfasilitasi penyaluran beasiswa senilai lebih dari Rp50 juta kepada sembilan anak korban kekerasan.
Program ini berlangsung selama enam bulan dan dicairkan dalam tiga tahap, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan untuk pemulihan sekaligus memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bayan Peduli dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, dengan LPA NTB berperan sebagai pendamping sekaligus pelaksana di daerah.
Para penerima manfaat mayoritas merupakan anak korban kekerasan seksual yang berasal dari berbagai wilayah, yakni satu anak dari Sumbawa, satu dari Lombok Timur, tiga dari Lombok Tengah, dan empat dari Lombok Barat.
Ketua LPA NTB menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bagian penting dari proses pemulihan psikososial anak.
“Pendidikan adalah jalan utama untuk mengembalikan rasa percaya diri dan masa depan anak-anak korban. Kami ingin mereka tidak kehilangan hak untuk belajar dan tetap memiliki harapan hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, anak korban kekerasan membutuhkan penanganan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dukungan sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Melalui program ini, diharapkan para penerima beasiswa dapat kembali fokus menempuh pendidikan dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, serta siap menghadapi masa depan.












