Pojok NTB – Kasus dugaan roti MBG mengandung belatung yang viral di media sosial kini berbuntut panjang. Dua warga Desa Ketara dilaporkan ke pihak kepolisian setelah mengunggah konten tersebut.
Ketua SPPG Wilayah NTB, Eko Prasetyo, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian ini dan langsung mengambil langkah cepat.
“Laporan sudah kami terima dan langsung kami teruskan ke Biro Hukum dan Humas BGN. Untuk sementara, SPPG yang bersangkutan kami hentikan operasionalnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah penghentian sementara ini dilakukan sebagai bentuk respons awal sambil menunggu proses penelusuran lebih lanjut.
Selain itu, laporan yang dilayangkan ke pihak kepolisian oleh SPPG juga telah diteruskan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti.
“Kami juga masih mendalami motif lain di balik kejadian ini. Namun setelah adanya laporan, kami langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG tersebut,” tambahnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan pangan dan kepercayaan masyarakat. Pihak terkait diharapkan dapat segera mengungkap fakta sebenarnya agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas di tengah masyarakat.












