Pojok NTB — Konsorsium Aktivis NTB mendorong Gubernur Lalu Muhammad Iqbal untuk memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana respons cepat terhadap keluhan masyarakat, tanpa harus membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) baru yang berpotensi membebani anggaran daerah.
Ketua Konsorsium Aktivis NTB, Fidar Khairul Diaz, menilai langkah Gubernur yang membuka kolom komentar di akun media sosialnya merupakan peluang besar untuk membangun komunikasi langsung dengan warga. Ia menyebut, pendekatan ini lebih efektif dan efisien dibandingkan membentuk tim atau aplikasi baru.
“Tidak perlu membentuk tim reaksi cepat yang justru membebani APBD. Cukup Pak Iqbal memantau langsung komentar masyarakat, lalu menandai atau menginstruksikan bawahannya untuk segera menindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut Diaz, hasil tindak lanjut tersebut juga bisa dipublikasikan melalui website resmi Pemerintah Provinsi NTB sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan pengamatan pihaknya, kinerja Gubernur Iqbal sejauh ini tergolong baik. Namun, informasi dari masyarakat kerap tidak tersampaikan secara maksimal akibat kurang optimalnya peran jajaran di bawahnya.
“Seringkali kebutuhan masyarakat tidak sampai ke telinga Pak Gubernur karena ada hambatan di internal,” tambahnya.
Konsorsium Aktivis NTB berharap pemanfaatan media sosial dapat menjadi solusi untuk mempercepat penyerapan aspirasi masyarakat, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah di NTB.












