Puasa Ramadhan mengubah pola makan dan jam konsumsi obat. Perubahan ini bisa berdampak besar pada penderita diabetes jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, strategi yang tepat sangat dibutuhkan agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap sehat.
Atur Pola Makan Seimbang
Kunci utama adalah keseimbangan. Saat sahur dan berbuka, pastikan terdapat:
• Karbohidrat kompleks
• Protein
• Serat dari sayur dan buah
• Lemak sehat
Serat sangat penting karena memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih stabil sepanjang hari.
Hindari “Balas Dendam” Saat Berbuka
Setelah seharian menahan lapar, banyak orang cenderung makan berlebihan. Kebiasaan ini berbahaya bagi penderita diabetes. Lonjakan gula darah yang drastis bisa terjadi jika langsung mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak dalam jumlah besar.
Makanlah perlahan dan dalam porsi terkontrol. Gunakan prinsip piring sehat: setengah sayur, seperempat protein, seperempat karbohidrat.
Perhatikan Cairan Tubuh
Dehidrasi dapat memengaruhi kadar gula darah. Minumlah air putih yang cukup antara berbuka hingga sahur. Hindari minuman manis berlebihan karena selain meningkatkan gula darah, juga menambah asupan kalori.
Tetap Aktif, Tapi Jangan Berlebihan
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setelah tarawih sangat dianjurkan. Namun hindari olahraga berat menjelang waktu berbuka karena dapat memicu gula darah turun drastis.
Atur Waktu Minum Obat
Jangan mengubah jadwal atau dosis obat tanpa arahan dokter. Biasanya jadwal akan disesuaikan menjadi saat sahur dan berbuka.
Puasa yang dijalani dengan pengetahuan dan kontrol yang baik tidak hanya aman, tetapi juga bisa membantu memperbaiki metabolisme tubuh. Kuncinya adalah disiplin dan kesadaran diri.












