Sirkuit Mandalika Kebanjiran

Pojok NTB – Cuaca ekstrem melanda kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sejak Senin (23/2) hingga Selasa (24/2/2026). Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Lombok Tengah, khususnya kawasan Kuta Mandalika, Pujut, pada Selasa pagi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologo, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi hingga akhir Februari 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia serta aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO).

Di kawasan sirkuit, hujan mulai turun sejak Senin pagi dan mencapai intensitas tertinggi pada Selasa sekitar pukul 10.00 WITA. Hujan deras yang berlangsung sekitar 45 menit hingga satu jam tersebut sempat membatasi jarak pandang dan menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan di kawasan Kuta Mandalika.

Meski cuaca ekstrem menghantam area sekitar sirkuit, kondisi lintasan utama tetap terjaga. Tidak terdapat genangan air di jalur utama trek. Limpasan air yang terlihat berasal dari area luar sirkuit dan mengalir ke bagian tepi lintasan. Sistem drainase sirkuit dilaporkan berfungsi optimal dalam mengalirkan air dan menjaga permukaan trek tetap aman.

Beberapa dampak minor tercatat, seperti kerusakan pada penutup LED gantry serta material promosi di Tikungan 1 dan Tikungan 17. Tim operasional sirkuit segera melakukan penanganan cepat dengan membersihkan puing-puing, menggunakan high pressure washer dan blower di sejumlah titik, serta mengamankan papan circuit branding yang terdampak angin kencang.

Seiring hujan yang mulai mereda sekitar pukul 10.40 WITA dan berhenti sepenuhnya menjelang pukul 11.30 WITA, penataan area sirkuit dilakukan secara menyeluruh. Pada pukul 11.45 WITA, tim Track Maintenance melakukan perapian di beberapa titik terdampak, termasuk area run-off Tikungan 1, apex Tikungan 2, serta titik water crossing yang dialiri limpasan air.

Setelah sekitar 15 menit penanganan, dilakukan inspeksi ulang menggunakan safety car untuk memastikan aspek kebersihan dan keselamatan lintasan sesuai standar operasional. Tepat pukul 12.00 WITA, lintasan dinyatakan clear dan aman untuk digunakan kembali. Aktivitas pun langsung dilanjutkan untuk program Agya Arrive and Drive serta private track day roda dua.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem merupakan bagian dari standar operasional pengelolaan sirkuit.

“Kami memastikan seluruh sistem pendukung sirkuit, termasuk sistem drainase dan kesiapan tim operasional, berada dalam kondisi optimal untuk menghadapi cuaca ekstrem. Keselamatan serta kelancaran seluruh aktivitas di kawasan Sirkuit Mandalika tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.