Pojok NTB — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama bulan suci Ramadhan 2026 akan menggunakan skema paket kering siap santap. Kebijakan ini diterapkan untuk menyesuaikan dengan kondisi puasa serta menjaga kepraktisan dan kualitas distribusi.
Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah NTB, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa paket kering ini mulai didistribusikan sejak masa libur awal Ramadhan, khususnya untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
“Untuk Ramadhan kita menggunakan paket kering, paket siap santap. Pada masa libur awal, mulai 16 sampai 20 Februari, distribusi difokuskan ke kelompok 3B. Pemberiannya dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni Senin tiga paket dan Kamis tiga paket,” kata Eko saat dihubungi via telepon di Mataram, Jumat (10/2/2026).
Sementara itu, untuk peserta didik, distribusi paket kering akan dilakukan secara serentak mulai 23 Februari 2026, seiring dengan dimulainya kembali aktivitas belajar di sekolah. Berbeda dengan masa libur, distribusi bagi siswa akan dilakukan setiap hari, bukan dengan sistem bundling.
“Kalau sekolah sudah berjalan, pembagiannya dilakukan tiap hari. Sistem bundling hanya kita terapkan saat masa libur,” jelasnya.
Terkait waktu distribusi, Eko menegaskan bahwa pihak SPPG di daerah diminta untuk berkoordinasi langsung dengan sekolah, guna menentukan waktu penyaluran yang paling tepat dan efektif.
“SPPG silakan berkoordinasi dengan pihak sekolah, menyesuaikan waktu yang paling pas untuk distribusi,” ujarnya.
Adapun isi paket kering tersebut, lanjut Eko, antara lain telur rebus, roti, abon, dendeng, serta makanan bergizi lainnya yang praktis dikonsumsi saat sahur maupun berbuka.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM lokal dalam penyediaan menu MBG selama Ramadhan, dengan tetap mengutamakan aspek kebersihan, higienitas, dan keamanan pangan.
“Harapannya, SPPG bisa memberdayakan UMKM, tentu yang memenuhi standar kebersihan dan keamanan. Jangan sampai asal-asalan, karena kualitas dan kesehatan penerima manfaat adalah yang utama,” tegasnya.
Dengan skema ini, diharapkan distribusi MBG selama Ramadhan tetap berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat NTB.












